Gaza, LiputanIslam.com – Militer Israel mengumumkan bahwa delapan tentaranya terluka dalam sebuah insiden yang disebutnya sebagai “operasional” di utara Jalur Gaza.
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan oleh stasiun televisi swasta Channel 12 pada hari Kamis (24/7), militer Israel menyatakan bahwa delapan tentara terluka akibat “insiden operasional” di utara Jalur Gaza, dua di antaranya luka sedang dan enam luka ringan.
Militer Israel menyatakan bahwa para korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan, dan keluarga mereka telah diberitahu perihal insiden tersebut.
Istilah “insiden operasional” digunakan oleh militer Israel berkenaan dengan insiden yang bukan merupakan akibat pertempuran langsung, melainkan terjadi selama aktivitas militer atau misi lapangan.
Dalam peristiwa lain, militer Israel di hari yang sama mengumumkan bahwa delapan tentara terluka akibat penabrakan mobil yang sengaja dilakukan oleh seorang pengemudi pada halte bus dalam sebuah serangan yang disebut oleh polisi sebagai “serangan teroris”.
Militer Israel mengatakan bahwa dua tentara mengalami luka sedang dan enam lainnya luka ringan dalam serangan yang terjadi di persimpangan dekat kota Kfar Yona di Israel tengah.
“Para tentara dievakuasi ke rumah sakit untuk perawatan, dan keluarga mereka telah diberitahu,” ungkapnya.
Seorang saksi mata mengatakan pengemudi menyalipnya di jalan dekat Kfar Yona di Israel tengah, lalu “memutar setir ke kanan, dengan kecepatan penuh, dan menabrak sebanyak mungkin orang.”
“Saya hanya melihat darah dan mendengar mereka menjerit. Rasanya sakit… Sangat sulit bagi saya untuk melihat pemandangan itu,” ujar Kinneret Hanuka, 45 tahun, kepada AFP.
Layanan darurat Israel Magen David Adom mengatakan telah menerima laporan tentang sebuah kendaraan yang menabrak halte bus di dekat Kfar Yona.
Juru bicara kepolisian Israel, Didan Elsdony, mengatakan insiden itu merupakan “serangan teroris”
“Seorang teroris menabrak orang-orang yang sedang menunggu bus,” ujarnya.
Menurutnya, penabrak melarikan diri, meninggalkan kendaraannya, dan meninggalkan tempat kejadian. Pasukan polisi dalam jumlah besar segera tiba dan menutup area tersebut agar kami dapat menemukan pelaku, termasuk dengan mengerahkan helikopter, sepeda motor, dan unit anjing pelacak. (mm/raialyoum)