Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan serangannya dengan empat pesawat nirawak terhadap Bandara Ramon di kota Eilat, Israel, dan sebuah target militer di Negev.
Angkatan Bersenjata Yaman dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu malam (14/9) menyatakan bahwa Angkatan Udara Yaman telah melancarkan operasi militer kualitatif dengan empat pesawat nirawak, tiga di antaranya membidik Bandara Ramon di wilayah Umm al-Rashrash (Eilat), sementara yang keempat menargetkan sebuah target militer di wilayah Negev di Palestina pendudukan.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa operasi itu mencapai tujuannya, dan bahwa agresi Israel terhadap rakyat Yaman tidak akan melemahkan tekad kuat mereka, yang telah disaksikan oleh seluruh dunia sejak awal Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023 hingga saat ini.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa Yaman konsisten menjalankan kewajiban agama, moral, dan kemanusiaannya, dan akan dengan gagah berani mempertahankan perjuangannya, yang berbasis keyakinan dalam solidaritas dengan rakyat Palestina dan dukungan kepada para pejuang perlawanan mereka yang teguh.
“Semua upaya untuk melemahkan sikap ini akan gagal, sebagaimana upaya-upaya sebelumnya,” tegas tentara Yaman, melalui jubirnya, Brigjen Yahya Saree.
Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan kembali bahwa pihak tidak akan ragu untuk membela negara ini, dan juga tidak akan mengabaikan kewajiban mereka di depan bangsa Palestina hingga agresi dan blokade terhadap Gaza dihentikan.
Sirene serangan udara membahana di langit Eilat akibat melesatnya pesawat nirawak Yaman. Rekaman yang mendokumentasikan suara sirene serangan udara menyebar ke seluruh bagian selatan Palestina pendudukan, memperingatkan adanya pesawat nirawak Yaman yang melintas.
Sirene serangan udara juga berbunyi pada Minggu sore di Eilat, diikuti dengan penutupan zona udara di Bandara Ramon karena khawatir akan masuknya pesawat nirawak Yaman.
Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa beberapa bagian rudal pencegat ditemukan di dekat Bandara Ramon setelah peluncuran pesawat nirawak dari Yaman menuju bandara tersebut.
Sejak awal September, militer Yaman telah meluncurkan tujuh rudal, termasuk dua rudal kluster, yang menghantam target-target sensitif di wilayah Jaffa (Tel Aviv). Selain itu, rudal kluster lainnya menghantam wilayah sekitar kita Al-Quds (Yerusalem).
Dua rudal hipersonik “Palestine 2” juga diluncurkan ke satu target di wilayah Negev dan satu target lagi di sebelah barat Al-Quds. Dua rudal balistik Dzulfiqar juga diluncurkan ke dua target di Jaffa, dan sebanyak 22 drone diluncurkan ke Bandara Ramon di Negev, gedung Staf Umum di entitas Zionis, Bandara Lod, pembangkit listrik Hadera, Ashkelon, Ashdod, Dimona, dan bahkan hingga Haifa. (mm/alalam)