Tentara Suriah Akan Bebaskan Wilayah Yang Dikuasai Kurdi Dengan Cara Apapun

0
101

Damaskus, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Suriah Jenderal Ali Abdullah Ayoub menegaskan bahwa pasukan negara ini akan membebaskan, melalui jalur damai atau militer, kawasan-kawasan yang dikuasai oleh milisi Kurdi di wilayah utara dan timur Suriah.

“Tentara akan membebaskan kawasan ini sebagai mereka telah membebaskan sebagian besar wilayah lain di Suriah,” ujarnya dalam jumpa pers bersama ketua delegasi militer Iran, Mayjen Mohammad Baqeri, dan ketua delegasi militer Irak Mayjen Osman al-Ghanmi, Senin (18/3/2019).

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan Suriah manakala Pasukan Demokratis Suriah (SDF), aliansi yang ditulang punggungi oleh milisi Kurdi dan didukung Amerika Serikat (AS), sedang gencar memerangi kelompok teroris ISIS di Suriah timur.

Presiden Suriah Bashar al-Assad Mei lalu juga telah menegaskan dua opsi itu kepada kelompok Kurdi.

Pemerintah Suriah tidak menyambut baik status SDF sebagai milisi yang didukung AS, dan SDF belakangan ini menjadi kekuatan militer dominan kedua setelah Pasukan Arab Suriah (SAA) di negara ini. Wilayah yang dikendalikan oleh SDF di Suriah utara dan timur meliputi ladang minyak dan gas, lahan pertanian yang luas, dan sumber daya air.

“Negara Suriah akan membangun kembali otoritas penuhnya atas seluruh wilayah geografinya, cepat atau lambat .. Idlibpun tidak akan pernah mendapat pengecualian,” lanjut Ayoub.

Sementara itu, ketua delegesi militer Irak dalam jumpa pers tersebut mengaku berharap perbatasan Irak-Suriah dapat dibuka dalam beberapa hari mendatang, dan dimulainya lagi aktivitas saling kunjung dan perdagangan antara kedua negara.

Sedangkan ketua delegasi Iran menegaskan bahwa perang melawan terorisme akan terus berlanjut di kawasan sampai fenomena kotor ini terberantas secara total.

“Republik Islam Iran akan melanjutkan perjalanan yang telah dimulai oleh saudara-saudara kami orang-orang Suriah dan Irak,” ujar Baqeri.

Dia juga mengingatkan bahwa kubu arogan dunia beraksi di kawasan untuk mengacaukan keamanan regional, memperluas kezaliman Rezim Zionis Israel, dan menanti kesempatan untuk melangkahi kedaulatan bangsa Irak dan Iran. (mm/rt/alalam)

DISKUSI: