Jenin, LiputanIslam.com – Pasukan Israel telah membunuh enam warga Palestina dalam serangan di desa Kafr Dan dekat Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat, kata Kementerian Kesehatan Palestina, ketika Israel meningkatkan serangannya di wilayah tersebut di tengah situasi perang di Gaza.
Kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan bahwa pasukan khusus Israel memasuki desa tersebut pada hari Selasa (11/6) dan mengepung sebuah rumah sebelum menembakinya,.
Enam pria yang dibunuh berusia 21 hingga 32 tahun, menurut Kementerian Kesehatan. Salah satunya, Ahmad Smoudi, adalah saudara laki-laki dari seorang anak berusia 12 tahun yang ditembak mati oleh pasukan Israel di Jenin pada tahun 2022.
Batalyon Jenin dari Brigade al-Quds , sayap bersenjata Jihad Islam Palestina (PIJ), sebelumnya mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka terlibat dalam pertempuran “sengit” dengan pasukan Israel di Kafr Dan.
Militer Israel mengatakan pihaknya melakukan operasi “kontra-terorisme” di desa tersebut, dan membunuh empat warga Palestina bersenjata.
Pasukan Israel juga telah membunuh empat warga Palestina di sebelah barat Ramallah pada hari Senin dan tiga lainnya di Jenin pada hari Jumat.
Militer Israel secara rutin melancarkan serangan mematikan di Tepi Barat selama beberapa tahun terakhir , suatu tren yang meningkat seiring dimulainya perang di Gaza.
Menurut otoritas kesehatan Palestina, Israel telah membunuh 544 warga Palestina, termasuk 133 anak-anak, di Tepi Barat sejak Oktober 2023 ketika kekerasan di Gaza pecah. Israel juga telah menahan ribuan warga Palestina selama periode tersebut.
Warga Palestina di Tepi Barat juga menghadapi serangan kekerasan dari pemukim Israel, yang menyerang petani dan menyerbu kota-kota Palestina dalam beberapa bulan terakhir, dan ini seringkali terjadi di bawah perlindungan militer Israel.
Rawhi Fattouh, anggota Dewan Nasional Palestina, mengatakan serangan Israel di Tepi Barat adalah “kelanjutan dari pembantaian, pembersihan etnis dan genosida yang menargetkan rakyat Palestina di Gaza”.
“Pemerintah (Israel) yang rasis ini berupaya melakukan segala cara untuk meledakkan situasi di Tepi Barat dan kawasan sekitar serta mengubah konflik menjadi pertarungan agama dan ideologi yang akan membawa kawasan ke dalam tungku kekerasan, pembunuhan dan pembantaian,” Kata Fattouh dalam sebuah pernyataan.
Dia meminta komunitas internasional turun tangan dan “memadamkan kegilaan ini”. (mm/wafa/aljazeera)