Teheran, LiputanIslam.com – Ketua Dewan Strategi Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharazi, menyatakan jika Rezim Zionis berani merusak fasilitas nuklir Iran maka tingkat pencegahan Iran akan berubah, sembari mengingatkan bahwa negara republik Islam ini mampu membuat bom nuklir.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Rabu malam (8/5), Mantan Menlu Iran yang juga penasehat Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei itu menyatakan Teheran belum mengambil keputusan untuk membuat bom nuklir, namun “jika keberadaan Iran terancam maka tidak ada pilihan selain mengubah doktrin militernya.”
“Jika rezim Zionis (Israel) melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir kami, pencegahan kami akan berubah,” tuturnya.
Menurutnya, para pejabat Iran sudah mengisyaratkan bahwa negara ini memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata tersebut.
Mengenai masa depan hubungan antara Iran dan AS, Kharazi menjelaskan bahwa Iran “tidak bernegosiasi langsung dengan AS karena AS berusaha menjadi pihak yang dominan dalam upaya mencapai tujuannya.”
Kharazi mengatakan bahwa perundingan tidak langsung antara Teheran dan Washington bukanlah hal yang baru, melainkan telah berlangsung selama bertahun-tahun, dan masih dilakukan melalui Kedutaan Besar Swiss di Teheran, yang menjaga kepentingan AS di Iran, selain juga melalui beberapa negara kawasan sekitar.
Pemimpin Besar Iran Ayatullah Ali Khamenei pada awal milenium telah mengeluarkan fatwa yang melarang pembuatan senjata nuklir.
Dia menegaskan kembali pendiriannya itu pada tahun 2019. Saat itu dia mengatakan, “Membuat dan menyimpan bom nuklir adalah kesalahan, dan penggunaannya diharamkan. Meskipun kami memiliki teknologi nuklir, Iran sepenuhnya menahan diri untuk tidak melakukan hal tersebut.” Artinya, Iran menahan diri untuk tidak membuat senjata nuklir.
Namun demikian, Menteri Intelijen Iran pada tahun 2021 mengatakan bahwa tekanan Barat dapat mendorong Teheran untuk memiliki senjata nuklir.
Pada bulan April, ketegangan antara Iran dan Israel memuncak ketika Iran membombardir Israel dengan sekira 300 rudal dan drone sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap Konsulat Iran di Damaskus, ibu kota Suriah. (mm/aljazeera)