Tegang Lagi, Israel Gempur Posisi Hamas Di Gaza

0
85

Gaza, LiputanIslam.com – Pasukan Israel menggempur Jalur Gaza, Jumat (15/3/2019) dan menyasar puluhan posisi Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dengan dalih membalas tembakan roket dari Jalur Gaza pada Kamis malam, dalam babak baru ketegangan Palestina dan Israel.

Jet-jet tempur dan helikopter Israel melakukan 100 kali serangan terhadap posisi-posisi Hamas yang mengendalikan Jalur Gaza.

Militer Israel menyatakan bahwa sasarannya antara lain lokasi pembuatan roket besar dan sebuah tempat yang digunakan oleh Hamas untuk memimpin operasinya di wilayah pendudukan Tepi Barat yang berjarak puluhan kilometer dari Jalur Gaza.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Jumat, mengutuk “eskalasi” yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, namun juga menyebut Hamas bertanggungjawab atas dampak eskalasi itu.

Dalam statemen yang dirilis kantor berita resmi Palestina WAFA Abbas “mengutuk eskalasi serius Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, dan melakukan kontak intensif dengan semua pihak yang berkepentingan untuk menghentikannya.”

Abbas meminta Hamas untuk “kembali kepada legitimasi Palestina dan mematuhi perjanjian tahun 2017 untuk menyelamatkan rakyat kita dari momok perang.”

Hamas sendiri melalui juru bicaranya, Fawzi Barhoum, menyatakan Israel bertanggujawab atas eskalasi, dan menyebutnya “bertujuan mengekspor krisis internal dan menciptakan krisis baru” dan lanjutan dari kejahatan Israel terhadap bangsa Palestina.

Empat warga Palestina terluka pada Jumat malam akibat serangan udara yang dilancarkan dan dinyatakan Israel telah menyasar sekitar 100 target di Jalur Gaza

Serangan di Jalur Gaza terjadi setelah Israel mengumumkan adanya penembakan dua roket ke arah daerah Gush Dan dekat Tel Aviv tanpa menimbulkan korban jiwa dan cidera maupun kerusakan.

Sebuah sumber keamanan di Gaza mengatakan kepada AFP, “Beberapa jet tempur Israel melancarkan puluhan serangan agresif yang menyasar lebih dari 40 lokasi serta bangunan faksi-faksi perlawanan dan sebuah rumah di Rafah hingga menyebabkan seorang warga dan istrinya menderita luka parah.”

Sumber itu menambahkan bahwa serangan itu menyebabkan kerusakan di lokasi yang disasar serta “merusak sejumlah rumah warga.”

Para saksi mata mengatakan kebakaran terjadi di sebuah bangunan di sebelah barat kota Gaza akibat tiga serangan udara pada dini hari Jumat, dan kru pertahanan sipil bekerja untuk memadamkan api.

Saksi mata lain mengatakan Hamas dan faksi-faksi lain telah mengosongkan markas dan posisi mereka di Jalur Gaza untuk mengantisipasi serangan udara Israel.

Sejak Maret 2018, lebih dari 250 warga Palestina terbunuh dalam konfrontasi di sepanjang perbatasan Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948), sementara beberapa lainnya terbunuh oleh serangan Israel yang dilakukan dengan dalih membalas serangan yang berasal dari Jalur Gaza. Di pihak Israel, dua tentara Zionis tewas dalam gejolak tersebut. (mm/raialyoum)

DISKUSI: