Gaza, LiputanIslam.com – Hamas menyerukan kepada negara-negara Arab untuk mengambil sikap tegas terhadap pernyataan dan visi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai “Visi Israel Raya”.
Dalam pernyataan pada hari Rabu (13/8), sikap tegas yang diminta Hamas itu antara lain pemutusan hubungan, penarikan duta besar, penghentian normalisasi, dan dukungan kepada perlawaan.
Hamas mengecam pernyataan Netanyahu, yang mencakup “penguasaan Mesir, Yordania, Suriah, dan wilayah Arab lainnya.”
“Pernyataan-pernyataan ini dengan jelas menegaskan bahaya yang ditimbulkan oleh entitas fasis ini terhadap semua negara dan masyarakat di kawasan ini, serta rencana ekspansionisnya yang tidak mengecualikan negara mana pun,” ungkap Hamas.
Dia menambahkan bahwa Hamas “menyerukan pendirian jelas Arab, terutama mengambil langkah-langkah serius untuk mendukung keteguhan Palestina, memutuskan hubungan dan menarik duta besar dari entitas fasis ini, menghentikan semua langkah normalisasi yang memalukan, dan bersatu di belakang pilihan untuk menghadapi pendudukan dan melawan rencananya.”
Hamas juga menyerukan kepada masyarakat internasional agar mengutuk pernyataan Netanyahu dan “mengambil tindakan untuk mengendalikan pemerintahannya, menghentikan perang brutalnya terhadap warga sipil di Gaza, dan menghadapi ambisinya untuk memperluas agresinya sebagai tanggapan atas ramalan dan delusi fasis, yang mengancam keamanan regional dan internasional.”
Dalam wawancara dengan saluran i24 pada Selasa malam (12/8), Netanyahu mengaku “sangat terikat pada visi Israel Raya,” saat menanggapi pertanyaan tentang apakah dia merasa “berada dalam misi atas nama orang-orang Yahudi.”
Israel Raya, menurut klaim Israel, mencakup wilayah Palestina, serta sebagian Yordania, Lebanon, Suriah, dan Mesir.
Menurut The Times of Israel, istilah “Israel Raya” digunakan setelah perang 1967 untuk merujuk pada Israel, Al-Quds Timur, Tepi Barat, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai di Mesir, dan Dataran Tinggi Golan di Suriah. (mm/raialyoum)