Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Tanggapi Keputusan Eropa, Iran Pertimbangkan Kemungkinan Keluar dari NPT

Published 30/08/2025 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Teheran, LiputanIslam.com – Parlemen Iran sedang mengkaji rancangan resolusi tanggapan atas keputusan Troika Eropa (Prancis, Jerman, dan Inggris/E3) untuk mengaktifkan “mekanisme pemicu” (snapback) , yang mencakup penarikan Teheran dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.

Rancangan resolusi tersebut juga menyerukan penghentian semua perundingan dengan AS dan negara-negara Eropa, serta penangguhan kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Sumber parlemen mengatakan bahwa langkah ini diambil sebagai tanggapan atas keputusan E3 belakangan ini, yang dianggap Teheran sebagai eskalasi ilegal terhadapnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak upaya E3 untuk menerapkan kembali sanksi PBB yang dicabut berdasarkan Resolusi 2231 (2015), dengan menyebut langkah itu “tidak sah dan tidak efektif.”

Dalam surat kepada kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, yang mengoordinasikan Komisi Gabungan kesepakatan nuklir, Araghchi menekankan bahwa Resolusi 2231 “harus berakhir sesuai jadwal 18 Oktober 2025.”

Araghchi menyatakan demikian sehari setelah E3 memicu mekanisme snapback, yang memulai periode 30 hari untuk berpotensi memulihkan sanksi PBB terhadap Teheran.

Dia memastikan negara-negara Eropa tidak memiliki “yurisdiksi hukum untuk memulai pemulihan otomatis” sanksi dan mengatakan tindakan mereka mengabaikan “fakta-fakta penting dan sejarah prosedural” dari perjanjian nuklir 2015.

Araghchi menegaskan kembali bahwa Iran adalah pihak pertama yang mengaktifkan mekanisme penyelesaian sengketa kesepakatan tersebut setelah AS menarik diri pada tahun 2018, dengan mengutip surat dan pertemuan Komisi Gabungan yang dilakukan sebelumnya pada tahun tersebut.

Dia menyebut upaya E3 pada tahun 2020 untuk mengaktifkan mekanisme tersebut sebagai “tidak sah”, dan ditolak oleh Iran, Rusia, dan Tiongkok.

Menyoroti kegagalan Eropa untuk memenuhi “sebelas komitmen tambahan” yang dibuat untuk mempertahankan kesepakatan nuklir, Araghchi mengkritik mekanisme keuangan Uni Eropa, INSTEX, sebagai “simbolis dan tidak efektif”.

Dia menyalahkan kegagalan perundingan Wina baru-baru ini pada “kekeraskepalaan AS, kendala politik dalam negeri, dan desakan E3 untuk menghubungkan perundingan dengan isu-isu yang tidak terkait.”

Araghchi juga mengecam kebungkaman Uni Eropa atas serangan AS dan Israel baru-baru ini terhadap situs nuklir Iran, menyebutnya sebagai “pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB dan hukum internasional”, dan mengkritik dukungan Eropa atas tindakan tersebut.

Sembari menegaskan kembali “kesiapan Iran untuk melanjutkan negosiasi diplomatik yang adil dan berimbang,” dia mendesak Uni Eropa untuk menghindari “interpretasi selektif” dan berupaya mewujudkan “diplomasi sejati dan pelestarian multilateralisme.”

Surat tersebut juga dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan seluruh anggota Dewan Keamanan.

Di pihak lain, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaya Kallas, menekankan bahwa beberapa minggu mendatang merupakan “kesempatan” untuk mencapai solusi diplomatik atas isu nuklir Iran, setelah negara-negara Eropa menetapkan batas waktu 30 hari bagi Teheran sebelum menerapkan kembali sanksi PBB.

“Kita memasuki fase baru dengan periode 30 hari ini, yang kini memberi kita kesempatan untuk menemukan cara-cara diplomatik guna mencapai solusi,” katanya kepada para wartawan, Jumat (29/8). (mm/alalam/raiayoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account