Tanggapan Iran Terhadap Isyarat Perdamaian dari Putra Mahkota Arab Saudi

0
318

Teheran, LiputanIslam.com –   Kementerian Luar Negeri (Kemnlu) Iran menyambut baik isyarat rekonsiliasi dari Arab Saudi, dan berharap segera ada penyelesaian bagi perselisihan antara kedua negara.

Kemlu Iran menyatakan bahwa negara ini dan Arab Saudi merupakan dua negara penting di dunia Islam, dan bahwa keduanya sebenarnya dapat bekerjasama untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman pada pekan ini menyatakan negaranya berkeinginan menjalin hubungan baik dengan Iran  namun ada beberapa kendala yang masih diupayakan penyelesaiannya oleh Saudi dan beberapa mitranya.

Dalam wawancara dengan saluran resmi TV Saudi dia mengatakan, “Iran pada akhirnya merupakan negara jiran, dan kami ingin memiliki hubungan yang baik dan istimewa dengannya.”

Dia juga mengatakan, “Kami tidak ingin kondisi Iran sulit. Sebaliknya, kami ingin Iran berkembang di mana kami memiliki kepentingan dan iapun memiliki kepentingan di Saudi untuk mendorong dunia dan kawasan kepada perkembangan.”

Beberapa waktu lalu seorang pejabat senior Iran dan dua sumber lain di kawasan Teluk Persia dikabarkan telah memberitahu bahwa para pejabat Iran dan Saudi telah mengadakan perundingan langsung pada bulan ini dalam upaya meredakan ketegangan antara kedua negara di tengah upaya AS untuk mengaktifkan kembali perjanjian nuklir Iran dan menyudahi perang di Yaman.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran pada Januari 2016 setelah kedutaan besarnya di Teheran diserbu oleh demonstran yang mengecam eksekusi seorang ulama Syiah Saudi oleh otoritas negara ini.

Keduanya lantas menunjukkan sikap permusuhan secara terbuka serta terlibat persaingan pengaruh terutama di Libanon, Suriah dan Yaman. Dan di semua negara ini pengaruh Iran jauh lebih menonjol.

Namun belakangan ini terdapat laporan bahwa kedua negara diam-diam telah mengadakan pertemuan di Irak namun belum menghasilkan jalan keluar dari kebuntuan. (mm/ry)

DISKUSI: