Kabul, LiputanIslam.com – Kelompok Taliban yang berkuasa di Afghanistan menyatakan bangsa negara ini akan berpihak kepada Iran dan bahkan siap memenuhi panggilan Iran jika Amerika Serikat (AS) menyerang Iran.
Dikutip saluran berita televisi Al-Arabiya, Senin (16/2), Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam wawancara dengan sebuah media lokal mula-mula menyatakan pihaknya sama sekali tidak menghendaki adanya perang antara Iran dan AS.
Dia mengingatkan bahwa Iran menang dalam Perang 12 Hari antara Iran dengan Israel dan AS, dan Iran akan menang lagi.
“Iran memiliki kekuatan, berada di pihak yang benar, dan berhak membela diri. Karena itu Iran akan menang lagi,” katanya.
Dia juga mengatakan bahwa jika ada panggilan dari Iran maka “bangsa Afghanistan akan memenuhinya demi solidaritas dengan bangsa Iran terkait dengan berbagai problematika perang.”
Menurut reporter Al-Arabiya, Mohammad Qasem, pernyataan Taliban tersebut merupakan sebuah statemen politik yang luar biasa.
“Ini sugguh merupakan statemen politik yang luar biasa, dan kalimat-kalimatnya pun sangat signifikan serta merupakan sikap politik baru pemerintah Aghanistan dengan sedemikian gamblang di tengah situasi panas antara Iran dan AS,” ujarnya.
Qasem menambahkan bahwa sejauh ini belum ada rincian lebih jauh terkait pernyataan tersebut terkait dengan konteksnya maupun opsi-opsi yang dimiliki pemerintah Aghanistan dalam mendukung Iran, namun sudah pasti pernyataan itu merupakan dukungan politik dari sebuah negara jiran kepada Iran. (mm/alarabiya)