Takut Amuk Palestina, Israel Jadikan Quds Barak Militer

0
185

Quds, LiputanIslam.com –  Militer Rezim Zionis Israel memperketat sistem keamanan mereka di kota Quds (Yerusalem) karena khawatir pecah bentrokan usai shalat Jumat terakhir menjelang bulan suci Ramadhan.

Menurut badan penyiaran publik Israel, sebanyak 3000 personil kepolisian Israel telah dikerahkan sejak dini hari Kamis (31/3) di Kota Kuno Quds untuk mengantisipasi segala insiden keamanan.

Masuknya jemaah Muslim Palestina dari daerah  pendudukanTepi Barat ke Quds dibatasi ketentuan di mana pria di atas usia 60 tahun diizinkan, sementara pria berusia 45 hingga 60 tahun harus mendapat izin khusus, dan wanita tanpa batasan usia.

Dilaporkan bahwa Israel sedang mempersiapkan kemungkinan kontinyuitas ketegangan hingga  beberapa minggu ke depan sehingga tentara ditugaskan menjaga jalan-jalan utama, halte dan stasiun.

Semua bagian wilayah Palestina mengalami eskalasi operasi resistensi Palestina yang dilakukan dengan pelemparan batu dan bom molotov, penusukan senjata tajam dan bahkan penembakan dengan senjata api.

Aksi-aksi itu dilakukan oleh orang-orang Palestina tak lain sebagai reaksi atas berlanjutnya kejahatan Rezim Zionis berupa judaisasi Quds, penghancuran rumah serta penganiayaan dan penangkapan orang-orang Palestina.

Surat kabar  Yedioth Ahronoth memperkirakan bahwa gelombang serangan secara perorangan dari Palestina akan berlanjut lebih luas selama bulan Ramadhan.

Media Israel ini menambahkan bahwa lembaga keamanan Israel menghadapi kesulitan dalam memperkirakan berapa lama gelombang operasi akan berlangsung, sebab operasi serangan dilakukan  tanpa berbasis organisasi maupun komunikasi.

Tak kurang dari 10 operasi serangan telah dilakukan oleh orang-orang Palestina selama bulan Maret. Akibatnya, 11 warga Israel tewas dan 17 lainnya luka-luka. (mm/raialyoum)

DISKUSI: