Gaza, LiputanIslam.com – Serangan Israel telah menggugurkan sedikitnya 26 warga Palestina, termasuk anak-anak, di Gaza pada Hari Tahun Baru, Rabu (1/1) saat tempat penampungan sementara bagi para pengungsi di seluruh Jalur Gaza tergenang banjir setelah hujan deras selama berhari-hari.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan empat anak dan seorang wanita termasuk di antara yang tewas. Setidaknya 10 warga Palestina lainnya hilang dan diyakini berada di bawah reruntuhan.
“15 orang gugur dan lebih dari 20 orang terluka dalam pembantaian setelah tengah malam di sebuah rumah tempat para pengungsi tinggal di kota Jabalia,” kata juru bicara badan pertahanan sipil Gaza Mahmoud Basal.
Seorang kerabat dari beberapa korban mengatakan responden pertama masih mencari korban selamat. “Rumah itu telah berubah menjadi tumpukan puing,” kata Jibri Abu Warda.
“Itu adalah pembantaian dengan potongan tubuh anak-anak dan wanita berserakan di mana-mana. Mereka sedang tidur ketika rumah itu dibom. Tidak seorang pun tahu mengapa mereka menargetkan rumah itu. Mereka semua warga sipil,” kata Abu Warda.
Sebuah serangan pada malam hari di kamp pengungsi Bureij menggugurkan seorang wanita dan seorang anak, menurut Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, yang menerima jenazah tersebut.
Di lingkungan Shujaiya di Kota Gaza, sebuah serangan terhadap rumah tinggal milik keluarga al-Suweirki menggugurkan enam orang, termasuk dua anak dan seorang wanita, kata pertahanan sipil dalam sebuah pernyataan.
Serangan lain di Khan Younis menggugurkan tiga orang, menurut Rumah Sakit Nasser dan Rumah Sakit Eropa, yang menerima jenazah tersebut.
Badan pertahanan sipil mengatakan bahwa mereka kesulitan untuk menanggapi panggilan darurat dari keluarga karena pemboman Israel yang intens selama beberapa hari terakhir.
Kebrutalan Israel di Gaza telah menggugurkan sedikitnya 45.553 warga Palestina dan melukai 108.379 orang sejak 7 Oktober 2023, ungkap Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Rabu. (mm/aljazeera)