Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem menegaskan pihaknya tidak akan menanggapi seruan penyerahan senjata Hizbullah selagi Zionis Israel masih bercokol di tanah Lebanon.
Dalam pidato pada peringatan Asyura di pinggiran selatan Beirut, Jumat (4/7), Syeikh Qassem mengatakan, “Menanggapi mereka yang menuntut agar perlawanan (Hizbullah) menyerahkan senjatanya, pertama-tama tuntutlah diakhirinya agresi. Tidak masuk akal bagi Anda untuk tidak mengkritik pendudukan dan malah hanya menuntut agar para penolaknya menyerahkan senjata mereka.”
Dia menambahkan, “Mereka yang menerima penyerahan diri harus menanggung konsekuensinya sendiri. Adapun kami, kami tidak akan menerimanya…. Pihak perlawanan tidak takut kepada musuh dan tidak menyerahkan hak-hak mereka. Pencapaian sejati adalah pembebasan tanah dan pemulihan kedaulatan, dan kami selalu hadir dan siap untuk panggilan ini.”
Syeikh Qassem juga mengatakan, “Mempertahankan tanah air tidak memerlukan izin dari siapa pun, dan ketika alternatif pertahanan yang serius dan efektif diusulkan, kami siap untuk membahas semua rinciannya.”
Lebanon sedang bersiap untuk mengirim rancangan tanggapan terhadap proposal yang diajukan oleh Utusan Presiden AS untuk Suriah, Thomas Barrack, kepada pejabat Lebanon dalam kunjungannya ke Beirut pada 19 Juni.
Proposal tersebut juga menyerukan reformasi keuangan dan ekonomi, pengawasan perbatasan, pencegahan penyelundupan, peningkatan bea cukai, dan pengetatan prosedur di tempat penyeberangan dan fasilitas umum. (mm/raialyoum)