Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem memastikan pihaknya siap membela diri jika diserang, meskipun belum siap untuk menyulut perang.
“Kubu perlawanan (Hizbullah) siap untuk membela diri, tetapi belum siap untuk menyulut perang,” katanya dalam sebuah wawancara dengan saluran al-Manar milik Hizbullah pada Ahad malam (26/10).
“Kami tidak memiliki keputusan untuk berperang atau keputusan untuk memulai perlawanan, tetapi jika pertempuran dipaksakan kepada kami, bahkan jika kami tidak memiliki apa-apa selain kayu, kami tidak akan membiarkan Israel melintas,” imbuhnya.
Dia juga mengatakan, “Israel mengikuti laju serangan yang kita saksikan setiap hari di bawah tekanan dari AS supaya dalam politik dapat mencapai apa yang belum mereka capai di lapangan…. Jika musuh mengobarkan perang terhadap Lebanon, mereka tidak akan mencapai apapun.”
Mengenai gencatan senjata, dia mengatakan, “Semua akan diuntungkan jika perjanjian ini diterapkan. Sedangkan jika tidak diterapkan maka mereka tidak akan meraih hasil apapun, dan kami akan tetap siap melawan invasi yang mungkin terjadi.”
Mengenai pelanggaran gencatan senjata oleh pasukan Israel, dia mengatakan, “Kami masih terus melakukan penyelidikan, dan jika sudah selesai kami akan mengumumkan hasilnya kepada masyarakat. Kami sudah pernah menjanjikan hal ini, dan janji ini akan dipenuhi, insya Allah.”
Pasukan Ridwan Hizbullah Masih Eksis
Syekh Naim Qassem mengatakan bahwa Pasukan Radwan, yang merupakan bagian penting dari kekuatan Hizbullah, “telah menderita kerugian yang sama seperti pasukan perlawanan pada umumnya. Pasukan ini telah menderita kerugian dan pengorbanan, sebagaimana halnya kekuatan, kemampuan, dan lingkungan pendukung lainnya.”
Dia menjelaskan, “Pasukan Radwan telah menderita, kehilangan, dan berkorban, tetapi tetap bertahan dan terus berlanjut, sebagaimana kubu perlawanan tetap ada dan berlanjut hingga saat ini. Kubu perlawanan menderita kerugian signifikan dan juga telah menimbulkan kerugian (pada pihak musuh), serta memberikan pengorbanan signifikan, yang tidak semuanya terungkap.”
Sekjen Hizbullah menambahkan bahwa pengorbanan ini “meneguhkan bahwa kita masih berdiri kokoh di atas kaki kita, dan bahwa hakikat kekuatan tidak hanya terletak pada senjata, melainkan juga pada iman dan tekad, dan iman serta tekad ini tetap hadir dengan kuat.” (mm/almayadeen)