Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Soal Tekanan AS, Iran Nyatakan Siap Hadapi “Resiko Terburuk”

Published 13/09/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Teheran, LiputanIslam.com –   Kepala Dewan Strategi Hubungan Luar Negeri Iran Kamal Kharrazi menegaskan negaranya siap menghadapi skenario terburuk dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat (AS) terkait dengan perjanjian nuklir Iran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman yang mewakili Uni Eropa. Dia juga mengecam keras sikap Eropa terhadap krisis Suriah, menyebut ISIS sebagai produk negara-negara musuh Suriah, menilai krisis Qatar sebagai cara Saudi untuk cuci tangan dalam krisis Suriah. dan memperkirakan ISIS masih akan bertahan dan menyebar ke pelbagai penjuru dunia.

“Ada skenario terburuk mengenai masa depan, yaitu keluarnya semua pihak dari perjanjian ini, dan kami siap menghadapi semua skenario yang ada, bahkan skenario yang paling buruk,” ungkap Kharrazi dalam pertemuan dengan mantan menlu Australia Gareth Evans dan rombongannya di kantor dewan tersebut di Teheran, Selasa (12/9/2017).

Kharrazi yang juga mantan menlu Iran berharap Uni Eropa (UE) dapat bersikap independen dan resisten di depan tekanan AS.

Dia memastikan Iran berbeda dengan Korut sehingga tidak akan berusaha mengusai senjata nuklir karena kepemilikan senjata pemusnah massal ini sudah dinyatakan terlarang dan haram dalam fatwa Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang juga merupakan sosok marja’ atau ulama panutan.

“Kami hanya ingin meraih teknologi nuklir tujuan damai… Filosofi kekuatan di Republik Islam Iran berbeda, dan pengaruh yang kami miliki di kawasan tidak bertumpu pada kekuatan dan senjata,” ujarnya.

Mengenai krisis Suriah dia mengatakan, “Esensi krisis Suriah sudah berubah, dan rasa percaya diri pemerintah Suriah untuk memasuki perundingan politik sudah meningkat menyusul kemenangannya belakangan ini.”

Dia lantas mengritik sikap negara-negara Eropa terhadap Suriah selama ini dan menyebutnya sebagai kesalahan yang fatal.

“Pertanyaan utamanya ialah mengapa sedemikian keliru dalam masalah Suriah. Eropa salah karena tak dapat menangkap bahaya ISIS.  Ada negara-negara tertentu yang mendanai dan mempersenjatai para pemberontak dan membekali para teroris. Eropa salah perhitungan, sedangkan kami sejak awal sudah tepat mengidentifikasi nasib campur tangan asing di Suriah, dan kami tidak melakukan kesalahan yang mereka perbuat,” katanya.

Menurutnya, krisis hubungan Qatar dengan Arab Saudi mengindikasikan perselisihan keduanya dalam isu Suriah.

“Saudi ingin mengesankan dirinya tak berdosa, padahal Saudilah biang kerok krisis ini karena telah menebar idologi takfiri Wahabi dan menyulut krisis ini dengan mengirim dan senjata,” katanya.

Kharrazi menambahkan bahwa ISIS ada karena ada dukungan dari negara-negara yang berambisi menggulingkan pemerintah Suriah melalui aksi militer sebagaimana terjadi di Libya, sementara Iran dan Rusia tetap akan bertahan di Suriah selagi ada permintaan dari pemerintah Damaskus.

Mengenai masa depan ISIS, dia memperkirakan organisasi teroris ini masih akan tetap bertahan meskipun dengan skala terbatas.

“Kami memperkirakan ISIS tidak akan musnah seketika, melainkan masih akan mengubah strategi, masih akan melancarkan aksi-aksi teror bersama kelompok-kelompok kecil, dan menyebar ke Eropa, Asia, Asia Tengah, Afrika utara, dan berbagai titik kawasan lain,” katanya.

Di pihak lain, Gareth Evans menyatakan Australia akan selalu konsisten pada perjanjian sehingga Negeri Kanguru ini kecewa atas sikap Presiden AS Donald Trump terhadap perjanjian nuklir Iran, dan ini menjadi tantangan tersendiri dalam hubungan Canberra dengan Washington. (mm/irna/aljazeera)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account