Teheran, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan suara miring mengenai pemulihan hubungan diplomatik Arab Saudi –Iran dengan memperingatkan bahwa Saudi akan sial jika bermitra dengan Iran.
“Mereka yang bermitra dengan Iran adalah bermitra dengan kesengsaraan. Lihat Lebanon, lihat Yaman, lihat Suriah, lihat Irak; ini adalah negara-negara yang hampir berstatus negara gagal,” klaim Netanyahu dalam wawancara dengan saluran CNBC yang berbasis di AS, Rabu (19/4), sembari menyerukan penguatan kehadiran AS di kawasan Timur Tengah.
Saluran itu menyebutkan, “Netanyahu memperingatkan bahaya Arab Saudi untuk menghidupkan kembali hubungannya dengan musuh lamanya, Iran, menyusul kesepakatan yang ditengahi oleh China bulan lalu.”
Netanyahu mengklaim, “95 persen masalah di Timur Tengah berasal dari Iran.”
Dia juga mengatakan, “Saya pikir Arab Saudi, para pemimpin di sana, tidak memiliki ilusi tentang siapa musuh mereka, dan siapa teman mereka di Timur Tengah.”
Kantor berita Turki, Anadolu, mencoba untuk mendapatkan komentar langsung dari pihak Saudi atau Iran terkait pernyataan Perdana Menteri Israel tersebut, namun gagal sejauh ini.
Pada 10 Maret, Arab Saudi dan Iran mengumumkan pemulihan hubungan diplomatik dan pembukaan kembali kedutaan masing-masing dalam jangka waktu paling lambat dua bulan, menyusul pembicaraan yang disponsori China di Beijing, menurut pernyataan bersama oleh ketiga negara tersebut.
CNBC menyebutkan bahwa redanya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran merupakan pukulan bagi kampanye diplomatik Netanyahu untuk mengisolasi Teheran. (mm/raialyoum)
Baca juga: