Jeddah, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian menegaskan bahwa kerja sama ekonomi dengan entitas Zionis dan pemberian bantuan keuangan, militer atau diplomatik berarti kerja sama praktis dan bantuan kepada kejahatan Zionis.
Hal itu dia nyatakan dalam pidatonya pada pertemuan luar biasa Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada hari Selasa (5/3) mengenai agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.
“Menggantungkan harapan pada AS untuk menghentikan pembantaian di Jalur Gaza adalah sebuah ilusi karena Amerika adalah mitra di dalamnya,” ungkap Abdollahian.
Menteri Luar Negeri Iran menekankan perlunya menemukan metode praktis dan langkah-langkah serius untuk membantu keluar dari krisis saat ini.
“Kesulitan dan penderitaan yang dialami rakyat Palestina pasti akan berlalu, tapi yang penting adalah apa yang kita semua lakukan. Hubungan dengan entitas Zionis harus benar-benar diputuskan sedemikian rupa demi memaksa mereka dan AS menghentikan tindakan tersebut,” ujarnya.
Abdullahian menekankan perlunya tindakan tegas dan terpadu dalam menangani “entitas ilegal Zionis”.
Dia juga menekankan keharusan negara-negara Islam memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan entitas Zionis, dan menghentikan ekspor barang apa pun ke wilayah pendudukan.
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyebutkan bahwa mendepak entitas Zionis dari Majelis Umum PBB dan mencegah keanggotaannya di lembaga internasional lainnya adalah tindakan yang juga perlu dilakukan.
Dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Amir Abdollahian bertemu dengan Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Hossein Ibrahim Taha.
Abdollahian tiba di Jeddah pada Selasa malam untuk berpartisipasi dalam pertemuan para menteri luar negeri OKI mengenai Gaza.
Setibanya di Jeddah, dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan dan membahas situasi di Gaza.
OKI menggelar pertemuan darurat para menteri luar negeri negara-negara Islam di Jeddah pada hari Selasa untuk membicarakan situasi terkini di Jalur Gaza.
Jumat lalu, OKI mengutuk kontinyuitas dan eskalasi kejahatan perang Israel di Jalur Gaza. (mm/alalam)