Teheran, LiputanIslam.com – Petinggi militer Iran memuji unit-unit pertahanan udara negara itu atas kinerja mereka dalam peristiwa agresi AS-Israel selama 12 hari pada bulan Juni 2025, dan memperingatkan bahwa mereka akan membuat agresor menyesali risiko serangan apa pun terhadap wilayah Iran.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi, pada hari Jumat (18/7) mengunjungi markas pertahanan udara nasional, di mana ia memberikan penghormatan kepada para martir, korban terluka, dan veteran perang, dan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh personel pertahanan udara atas pengabdian mereka.
“Pertahanan udara, yang berdiri di garis depan perlindungan langit kita, telah membuktikan kemampuannya menahan semua tingkat ancaman dan membuat musuh-musuh bangsa Iran menyesali kesalahan perhitungan mereka,” ujarnya di sela-sela kunjungan tersebut.
Mousavi menyatakan demikian setelah Israel melancarkan agresi militer secara terbuka terhadap Iran pada 13 hingga 24 Juni. Serangan itu menggugurkan sejumlah petinggi militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil Iran. AS kemudian membantu Israel dalam agresi ilegal tersebut dengan menyerang tiga fasilitas nuklir Iran.
Iran membalas dengan menggempur lokasi-lokasi penting di wilayah Palestina pendudukan dan pangkalan udara AS al-Udeid di Qatar, yang notabene instalasi militer terbesar AS di Timur Tengah. Dahsyatnya serangan balik Iran memaksa Israel untuk mengumumkan gencatan senjata sepihak pada 24 Juni.
Mousavi menambahkan bahwa penembak jatuhan sejumlah besar pesawat musuh tidak hanya menunjukkan kekuatan operasional Iran melainkan juga tekad dan keberanian pasukan pertahanan udaranya.
Dia memperingatkan, “Jika musuh berani menyerang negara kita lagi, dengan pertolongan Allah, mereka akan menghadapi pukulan yang lebih telak dan menderita kekalahan yang lebih besar dari sebelumnya.”
Ia juga menekankan perlunya mengimbangi ancaman yang terus berkembang, menyerukan pembaruan dan modernisasi sistem pertahanan secara berkelanjutan, disertai inovasi, mobilitas, dan pengandalan kapasitas sains dan teknologi dalam negeri. (mm/presstv)