Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan siapapun melucuti senjata kubu pejuang perlawanan anti-Israel di Lebanon, dan siap berperang dengan pihak manapun yang mencoba memaksakan kehendak untuk melucuti senjata Hizbullah.
Dia mengingatkan bahwa perlawanan merupakan reaksi terhadap pendudukan ketika pemerintah Lebanon tidak mampu melindungi wilayah dan warga negaranya sendiri. Dia menilai Israel bersifat ekspansionis dan tidak akan puas dengan hanya menduduki Palestina melainkan juga ingin menguasai Lebanon.
Dalam pidatonya pada Jumat malam (18/4), Syeikh Naim Qassem mengatakan ,“Hizbullah percaya pada perlawanan karena dua alasan: Pertama adalah keyakinan bahwa tanah kita harus dibebaskan, dan yang kedua ialah alasan nasionalme bahwa tanah kita diduduki.”
Syeikh Qassem menegaskan, “Kelebihan kubu perlawanan di Lebanon ialah dimulainya perlawanan dengan pencapaian yang besar, signifikan, dan berpengaruh. Pendudukan tidak akan bisa berakhir tanpa perlawanan.”
Dia menambahkan, “Perlawanan mampu menghentikan Israel di perbatasan selatan, mencegahnya mencapai tujuannya, dan para pemuda bertahan dengan keteguhan yang melegenda.”
Menurutnya, tidaklah tepat jika yang ditekankan bahwa kubu perlawanan telah membayar mahal dan menderita banyak kerugian, melainkan harus mengacu pada keberhasilan kubu ini mencegah pasukan Zionis mencapai tujuannya.
“Perjanjian gencatan senjata adalah hasil dari keteguhan perlawanan. Tanpa keteguhan ini, kesepakatan tidak akan tercapai dan Israel akan melanjutkan agresinya,” sambungnya.
Dia juga menyebutkan bahwa khalayak dunia mengetahui bahwa Hizbullah dan pemerintah Lebanon “mematuhi perjanjian tersebut, sementara Israel tidak.”
“Israel tidak lagi mempunyai alasan apa pun setelah perjanjian ini, namun tetap saja menyerang setiap hari, hingga serangannya mencapai 2.700,” terangnya… Israel ingin menduduki wilayah terbesar Lebanon dan mencaploknya ke wilayah pendudukan Palestina.”
Mengenai adanya desakan perlucutan senjata Hizbullah, dia menegaskan, “Israel hendak menjatuhkan kekuatan Lebanon dengan berbicara mengenai perlucutan senjata kubu perlawanan. Apakah Anda hendak menuntut kami agar mencapai kelemahan yang akan memperkenankan Israel masuk ke semua wilayah Lebanon? Ini tidak akan pernah terjadi… Ilusi belaka anggapan bahwa kami telah lemah.”
Dia juga menegaskan, “Masalah utama di Lebanon bukan soal perlucutan senjata kubu perlawanan, melainkan penolakan terhadap pendudukan Israel… Kami tidaklah lemah, melainkan ahli konfrontasi dan perang serta bersiteguh pada kemuliaan tanah air dan manusia. Kami punya opsi-opsi, tak pernah takut kepada apapun, dan Anda akan melihat di saatnya yang tepat yang kami tentukan.”
Sekjen Hizbullah mengingatkan, “Perlucutan senjata dengan paksa merupakan layanan kepada musuh, Israel, dan fitnah yang sia-sia. Kami tidak akan menyerah, kami tidak lemah, dan pantang takut kepada ancaman AS dan Israel… Kami akan menghadapi siapa yang mengagresi kubu perlawanan dan berusaha melucuti senjatanya, sebagaimana kami menghadapi Israel.” (mm/alalam)