
Teheran, LiputanIslam.com – Laksamana Ali Shamkhani, anggota Dewan Keamanan Nasional Iran, menyatakan bahwa prioritas utama negara ini sekarang adalah “kesiapan penuh untuk mencegah setiap ancaman, sementara semua pertimbangan lain berada di urutan kedua.”
“Pesan kami jelas. Setiap langkah yang menunjukkan niat agresif dari pihak musuh akan dibalas dengan respon yang proporsional, efektif, dan detentif, termasuk menyerang jauh ke dalam entitas Zionis,” katanya kepada Al-Mayadeen, Jumat (30/1).
Dia juga menekankan bahwa Iran “tidak membatasi geografi konfrontasi hanya di laut saja, dan telah mempersiapkan diri untuk skenario yang lebih luas dan progresif.”
Shamkhani memperingatkan, “Perluasan perang yang tak terhindarkan hingga mencakup negara-negara lain di kawasan ini harus menjadi perhatian bersama semua pihak saat ini,” katanya, sembari menyebutkan bahwa pengalaman masa lalu telah membuktikan bahwa “perang apa pun di kawasan ini tidak akan tetap terbatas, dan percikan api apa pun dapat menyulut kobaran api yang dengan cepat lepas dari kendali para perencana awalnya.”
Dia juga menegaskan, “Peningkatan kehadiran militer di Teluk Persia dan Laut Oman tidak selalu berarti superioritas. Kawasan ini adalah rumah kita, dan kita lebih mengenal geografi, kemampuan, dan infrastruktur pertahanan komprehensifnya daripada kekuatan asing mana pun. Berdasarkan pengetahuan inilah kita telah merumuskan doktrin pertahanan dan serangan kita.”
Shamkhani memastikan Iran “telah mengungkap rencana operasional musuh, dan memiliki pengawasan penuh atasnya,” dan bahwa “serangan akan diarahkan pada waktu yang tepat di titik-titik penting rencana ini.”
“Republik Islam Iran, jika perlu, akan menggunakan opsi yang lebih substansial dan efektif untuk mempertahankan keamanan nasional dan integritas wilayahnya. Pihak yang membayangkan dapat mematahkan kehendak rakyat Iran melalui demonstrasi kekuatan militer harus bertanggung jawab atas segala konsekuensi atau hasil yang timbul,” pungkasnya.
Sebelumnya, Shamkhani menegaskan bahwa setiap tindakan militer Amerika, terlepas dari asal atau skalanya, akan merupakan awal perang dan akan ditanggapi dengan respons langsung, dan pembicaraan tentang “serangan terbatas” terhadap Iran adalah ilusi belaka. (mm/raialyoum)