AlQuds, LiputanIslam.com – Media Israel melaporkan bahwa setengah juta orang akan meninggalkan Palestina pendudukan 1948 (Israel) dalam enam bulan pertama perang, sementara imigrasi ke sana jauh lebih sedikit dibandingkan sebelum perang, yaitu sekitar 2.500 imigran per bulan.
Pada bulan Februari 2024, sekitar 20.000 orang meninggalkan wilayah pendudukan, dan pada bulan Maret sekitar 7.000 orang. Dengan menambahkan jumlah kedatangan dan keberangkatan pada bulan April ke jumlah umum, kesenjangan dalam jumlah pintu keluar mencapai sekitar 550.000 ribu orang, menurut laporan tersebut.
Tren yang terjadi pada masa perang ini bergabung dengan tren yang sudah lazim bahkan sebelum terjadinya perang (amandemen peradilan), mengingat memburuknya kondisi keamanan, sosial, dan ekonomi Israel.
Data Otoritas Imigrasi menunjukkan penurunan tajam jumlah perjalanan dan perjalanan bisnis Israel ke luar negeri sejak pecahnya perang pada 7 Oktober.
Sehubungan dengan pertempuran yang dilancarkan oleh para pejuang Palestina, Israel mencatat peningkatan migrasi balik Yahudi, ketika media Israel berbicara tentang sejumlah besar orang Israel yang telah meninggalkan wilayah Palestina pendudukan sejak awal perang. (mm/raialyoum)