Teheran, LiputanIslam.com – Dalam gelombang baru Operasi True Promise III, pasukan Iran pada hari Jumat (20/6) melancarkan serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak ke sasaran militer di selatan dan utara wilayah pendudukan Palestina.
Juru bicara operasi tersebut dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa pada gelombang ke-17, pasukan Iran telah menembakkan rudal dan pesawat nirawak ke lokasi militer dan pusat komando dan kontrol industri Israel serta pusat inteliejen.
Dia mengatakan bahwa rudal jarak jauh dan superberat serta pesawat nirawak tempur dan kamikaze digunakan dalam tahap operasi pembalasan ini.
Dia juga mengatakan dunia harus “menunggu kejutan kami,” dan bahwa pertahanan militer Iran dengan dukungan rakyat akan berakhir dengan kemenangan.
Meskipun ada sensor secara masif pada publikasi gambar yang terkait dengan operasi pembalasan Iran, beberapa video telah beredar di medsos dan menunjukkan gumpalan asap mengepul di udara di pelabuhan Haifa setelah salah satu rudal menghantam langsung di sana.
Kota pelabuhan itu tampak sepi di tengah hujan rudal Iran, yang telah menembus beberapa lapis sistem pertahanan Israel untuk mengenai sasaran yang dituju.
Serangan rudal jarak jauh Iran, beberapa di antaranya digunakan untuk pertama kalinya, juga mengenai sasaran militer di bagian lain wilayah pendudukan.
Pada hari Jumat, di angkasa wilayah utara Palestina pendudukan, sebuah pesawat nirawak Shahid-136 juga terlihat melesat tanpa tercegat.
Markas besar saluran propaganda Zionis, Channel 14, juga berhasil menjadi sasaran pada hari Jumat setelah peringatan evakuasi sebelumnya dikeluarkan oleh IRGC.
Dalam 15 gelombang operasi sejauh ini, pasukan Iran, yang dipimpin oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), berhasil menargetkan dan menghancurkan fasilitas militer dan intelijen Israel yang sensitif dan strategis di wilayah pendudukan Palestina.
Para ahli militer mengatakan serangan rudal dan pesawat nirawak tersebut semakin mengungkap ketidakefektifan sistem pertahanan udara rezim Israel, sehingga para pemukim Zionis dan pejabat rezim Zionis terpaksa meninggalkan rumah mereka dan berlindung di bawah tanah.
Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi akan mengadakan pembicaraan dengan para sejawatnya dari Eropa di Jenewa untuk membahas agresi rezim Israel terhadap Iran.
Dia telah mengesampingkan pembicaraan diplomatik selama agresi Israel yang didukung AS itu terus berlanjut. (mm/presstv)