Beirut, LiputanIslam.com – Lebanon mengumumkanbahwa 14 orang gugur dan puluhan lainnya terluka, banyak di antaranya perempuan dan anak kecil, akibat serangan Israel di pinggiran selatan ibu kota, Beirut pada hari Jumat (20/9).
Kantor Berita resmi Lebanon melaporkan bahwa pesawat perang F-35 Israel melancarkan serangan terhadap sebuah apartemen perumahan di daerah Al-Jamous di pinggiran selatan Beirut.
Tentara Israel menyatakan pihaknya telah membunuh pemimpin militer terkemuka di Hizbullah, Ibrahim Aqil, dan para pemimpin senior lainnya (yang tidak dia sebutkan namanya) dalam serangan tersebut, dan pada Jumat malam Hizbullah secara resmi mengkonfirmasi keterbunuhan Ibrahim Aqil akibat serangan tersebut.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan, “Jumlah korban gugur dalam serangan tersebut bertambah menjadi 14 orang. Tim penyelamat yang bekerja di lapangan memperkirakan akan ada lebih banyak korban gugur di bawah reruntuhan, sementara operasi untuk mengangkatnya terus berlanjut hingga sekarang.”
Kementerian itu menyebutkan jumlah korban luka mencapai 66 orang dengan kondisi sembilan di antaranya kritis.
Kantor Berita Lebanon melaporkan bahwa gedung 10 lantai terkena hantaman empat rudal, yang juga menyebabkan runtuhnya bangunan-bangunan lain di dekatnya.
Dia menambahkan bahwa ambulan terus mengangkut orang-orang yang terluka dan meninggal dari daerah tersebut, termasuk “sejumlah besar anak-anak dan perempuan, karena daerah yang menjadi sasaran padat penduduk.”
Sementara itu, Perdana Menteri sementara Najib Mikati dalam pertemuan pemerintah pada hari Jumat menyatakan serangan Israel di pinggiran selatan Beirut kembali membuktikan bahwa Israel “tidak mengindahkan pertimbangan kemanusiaan, hukum atau moral apa pun.” Dia juga menilai serangan ini menyerupai genosida.
Ini adalah serangan ketiga yang dilancarkan Israel di pinggiran selatan Beirut, benteng utama Hizbullah di Lebanon, sejak gelombang konfrontasi antara kedua pihak terjadi sejak hampir setahun yang lalu sampai sekarang.
Pada tanggal 2 Januari, Israel membunuh wakil kepala biro politik Hamas, Saleh Al-Arouri, dan pada tanggal 30 Juli, Israel membunuh pemimpin terkemuka Hizbullah, Fouad Shukr.
Serangan itu terjadi di tengah gelombang baru eskalasi Israel terhadap Lebanon, ketika Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant pada Kamis malam mengumumkan bahwa perang dengan Hizbullah telah memasuki “fase baru.”
Pada hari Jumat, Israel memantau peluncuran lebih dari 150 misil dari Lebanon menuju pemukiman di utara, menyebabkan kebakaran dan melukai satu orang, sementara 4 pesawat pemadam kebakaran membantu operasi untuk mengendalikan pusat kebakaran.
Hizbullah sendiri mengaku telah menggempur markas intelijen militer di Israel utara yang bertanggung jawab atas “pembunuhan”.
Pentagon mengumumkan bahwa kelompok kapal induk AS Harry S. Truman akan berangkat dengan fregat militer ke Mediterania timur Senin depan, untuk mengantisipasi situasi di Timur Tengah.
Kapal induk AS Harry S Truman (CVN-75) dan kelompok penyerangnya dijadwalkan meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut Norfolk pada hari Senin untuk dikerahkan ke Mediterania timur.
Ini akan menjadi kapal induk Amerika kelima yang dikerahkan di wilayah tersebut sejak Oktober 2023.
(mm/raialyoum)