Sanaa, LiputanIslam.com – Serangan udara Rezim Zionis Israel terhadap Yaman, tepatnya di Ibu kota negara ini, Sanaa, dan Provinsi Hodeidah, pada hari Kamis (19/2), dilaporkan telah menggugurkan dan melukai sejumlah orang.
Saluran TV satelit Al-Masirah yang berafiliasi dengan kelompok pejuang Ansarullah dalam berita singkatnya menyebutkan bahwa sembilan warga gugur syahid dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan Israel di pelabuhan Hodeidah dan fasilitas minyak Ras Issa di Yaman barat.
Sebelumnya, otoritas Yaman mengumumkan Israel telah melancarkan 12 serangan di Sanaa dan Hodeidah.
“Israel melancarkan empat serangan terhadap pembangkit listrik Haziz di selatan ibu kota, Sanaa, dan dua serangan terhadap stasiun pembangkit listrik Dhahban di utara ibu kota,” ungkap sumber anonim yang dikutip kantor berita Saba.
“Tim pertahanan sipil berhasil memadamkan api di stasiun Dhahban, dan melanjutkan tugas mereka di stasiun Haziz,” sambungnya.
Dia juga mengatakan, “Israel melancarkan empat serangan di pelabuhan Hodeidah, dan dua serangan terhadap fasilitas minyak Ras Issa di wilayah tersebut, hingga menyebabkan gugur dan cederanya sejumlah karyawan fasilitas Ras Issa.”
Pada Kamis malam, Angkatan Bersenjata Yaman menyiarkan rekaman video “peluncuran dua rudal balistik hipersonik di wilayah Jaffa (Tel Aviv).”
Saluran Al-Masirah mengomentari klip itu dengan menyebutkan, “Dua rudal hipersonik Palestina 2 diluncurkan ke dua sasaran militer musuh, Zionis, di wilayah pendudukan Jaffa (Tel Aviv).”
Di pihak lain, tentara Israel mengumumkan bahwa 14 pesawat tempurnya menyerang dengan puluhan bom ke lima target di Yaman.
Serangan ini tercatat sebagai serangan ketiga Israel terhadap Yaman sejak dimulainya genosida di Gaza pada Oktober 2023. Serangan pertama terjadi pada Juli lalu, dan serangan kedua pada September lalu, menyasar pelabuhan Hodeidah dan fasilitas bahan bakar di pembangkit listrik kota tersebut.
Sebagai bentuk solidaritas dengan Gaza, Angkatan Bersenjata Yaman telah menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah sejak November 2023 dengan rudal dan drone. (mm/raiayoum)