Hodeidah, LiputanIslam.com – Kelompok Ansarullah Yaman pada hari Senin (30/9) mengumumkan bahwa jumlah korban gugur akibat agresi Israel pada hari Minggu (29/9) di provinsi Hodeidah, Yaman barat, bertambah dari 4 menjadi 6 orang gugur, sementara korban luka bertambah dari 49 menjadi 57.
“Korban agresi Israel di provinsi Hodeidah bertambah menjadi 6 orang, dan 57 orang luka-luka, sebagian besar diantaranya luka kritis,” ungkap Ansarullah.
Pengeboman Hodeidah oleh Israel terjadi setelah Ansarullah meluncurkan dua rudal balistik, pada hari Jumat dan Sabtu, ke arah Israel, dan tentara Israel mengaku telah mencegatnya.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree pada Senin malam menyatakan bahwa pertahanan udara Yaman berhasil menembak jatuh drone canggih MQ-9 AS ketika sedang menjalankan misi permusuhan di wilayah udara provinsi Saada.
Pada Juli lalu, jet tempur Israel menyerang pelabuhan Hodeidah dan perusahaan listriknya, setelah sebuah rudal diluncurkan dari Yaman ke Tel Aviv, menewaskan seorang Israel dan melukai lainnya.
Sebagai bentuk “solidaritas dengan Gaza,” yang telah menghadapi perang Israel yang menghancurkan sejak 7 Oktober 2023, pasukan Yaman kubu Ansarullah kerap menggunakan rudal dan drone untuk menyerang kapal kargo Israel atau yang terkait dengannya di Laut Merah dan Laut Arab.
Ketika AS dan Inggris melakukan intervensi melalui koalisi yang melancarkan serangan terhadap Yaman, dan ketegangan meningkat pada Januari lalu, pasukan Yaman mengumumkan bahwa mereka sejak saat itu menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai target militernya.
Belakangan, pasukan Yaman menyatakan memperluas serangannya hingga “mencakup kapal-kapal yang terkait dengan musuh yang melewati Samudera Hindia melalui rute Tanjung Harapan.”
Perang Israel yang menghancurkan di Gaza telah menjatuhkan korban gugur dan luka lebih dari 137.000 orang, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, dan lebih dari 10.000 orang hilang, di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan mematikan yang merenggut nyawa anak-anak dan orang tua. (mm/raialyoum)