Sanaa, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel melancarkan empat serangan udara di Bandara Internasional Sanaa, Yaman, yang mengakibatkan kerusakan material pada landasan pacu dan menghancurkan pesawat terakhir milik Yemenia Airlines.
Kepala Dewan Politik Tinggi di Yaman, Mahdi al-Mashat, mengancam para pemukim Zionis dengan “musim panas yang membara”, dan menekankan bahwa tempat perlindungan bukanlah tempat yang aman bagi mereka.
Satu-satunya pesawat sipil yang tersisa dalam armada Yemenia Airlines, yang seharusnya mengangkut rombongan jemaah haji Yaman ke Yordania sebagai persiapan untuk pemindahan mereka ke Tanah Suci Mekkah al-Mukarromah untuk menunaikan haji tahun ini, dihancurkan dalam serangan Israel pada hari Rabu (28/5). Dengan hancurnya Airbus 320, Bandara Internasional Sanaa tidak lagi beroperasi.
Agresi baru Israel di Yaman menyasar Bandara Sanaa dan pesawat Yemenia Airlines dengan empat serangan udara telah menyebabkan kerusakan material pada landasan pacu.
Pemimpin gerakan Ansarullah, Sayyid Abdulmalik al-Houthi, mengatakan agresi ini tidak akan memengaruhi pendirian Sanaa dalam mendukung Gaza.
“Seberapa besarpun agresi Israel, dan meskipun berulang-ulang, sama sekali tidak akan mempengaruhi pendirian bangsa kami yang mulia dalam membela bangsa Palestina, karena ini merupakan kewajiban Islami, keagamaan, moral dan kemanusiaan, yang tak bisa diabaikan,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Berbagai upaya musuh, Israel, saat ini bisa jadi antara lain menghalangi transportasi calon jemaah haji yang akan menunaikan kewajiban ibadah haji. Tapi, insya Allah, semua itu akan gagal.”
Senada dengan ini, kepala Dewan Politik Tinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, menekankan bahwa Sanaa tidak akan mundur dari keputusannya mendukung Gaza sampai agresi berhenti dan blokade dicabut.
“Orang-orang akan mendatangkan armada pesawat, dan bandara akan pulih, dengan izin Allah Swt,” katanya.
Dia lantas memperingatakan, “Kepada kaum Zionis, saya katakan kepada kalian; rudal-rudal (Yaman) sudah diputuskan untuk mencapai targetnya, dan tempat-tempat perlindungan pun tidak akan menjadi tempat yang aman bagi kalian sejak hari ini.”
Dia mengancam rezim pendudukan Israel dengan kejutan menyakitkan dan musim panas membara yang akan datang. Dia meminta masyarakat dunia menghindari penerbangan menuju Bandara Ben Gurion karena tidak aman.
Faksi-faksi perlawanan Palestina, termasuk Hamas, mengutuk serangan Israel di bandara Sanaa, dan menyatakan bahwa agresi ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.
Sementara itu, Hizbullah menyatakan bahwa serangan itu tidak akan terjadi tanpa dukungan penuh AS dan kebungkaman yang memalukan dari masyarakat internasional. (mm/alalam)