Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali melancarkan gelombang baru serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Rezim Zionis Israel.
Babak baru operasi militer berskala besar dimulai pada hari Minggu (15/6), dan ledakan besar terdengar di wilayah pendudukan di Galilea atas dan bawah, Haifa, Afula, dan Nazareth. Sirene berbunyi di wilayah pendudukan dan warga Israel melarikan diri menuju tempat perlindungan.
Tak lama kemudian, IRGC meluncurkan gelombang serangan pesawat nirawak dan rudal lainnya yang menyasar Tel Aviv, Haifa, dan wilayah selatan wilayah Palestina pendudukan. Rekaman di media sosial menunjukkan kebakaran di lokasi serangan Iran di Tel Aviv dan Haifa. Rudal hipersonik Iran dilaporkan juga menghantam Bandara Ben Gurion yang strategis di Tel Aviv.
Sebelum meluncurkan serangan rudal terbaru ini, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran mengeluarkan peringatan keras kepada para pemukim Israel: “Tinggalkan tanah pendudukan selagi bisa, karena wilayah itu tidak akan dapat dihuni.”
Footage captures the moment an Iranian missile struck its target in occupied territories
Follow: https://t.co/mLGcUTS2ei pic.twitter.com/N60i5kUkPd
— Press TV 🔻 (@PressTV) June 15, 2025
Kolonel Reza Sayyad menegaskan: “Peringatan untuk Anda dalam beberapa hari mendatang: Tinggalkan wilayah pendudukan, karena, tentu saja, wilayah itu tidak akan dapat dihuni di masa mendatang.”
IRGC melakukan dua tahap operasi pembalasan sejak Jumat, setelah rezim Israel melakukan agresi militer skala besar di beberapa lokasi di dalam Iran, dengan target fasilitas nuklir, infrastruktur militer, dan bangunan tempat tinggal di Teheran dan kota-kota lainnya.
‼️ Chaotic scenes in occupied territories after missiles fired from Iran hit targets
Follow Press TV on Telegram: https://t.co/GKZwI4ehqL pic.twitter.com/Kr80gdVmF5
— Press TV 🔻 (@PressTV) June 15, 2025
Operasi militer IRGC dimulai segera setelah Pemimpin Besar Iran, Ayatullah Ali Khamenei, menyampaikan pesan yang disiarkan di televisi bahwa rezim Israel yang “keji” akan “dibuat tak berdaya” setelah pembalasan oleh Angkatan Bersenjata Republik Islam.
Agresi Israel mengakibatkan gugurnya para komandan senior milite, ilmuwan nuklir, dan warga sipil, termasuk anak-anak dan wanita.
Dalam perkembangan terbaru, IRGC mengumumkan pejabat intelijen utamanya gugur dalam agresi Israel, dan bersumpah untuk terus menyerang entitas Zionis itu hingga “hancur total”.
IRGC menyatakan bahwa kepala Organisasi Intelijen IRGC Brigjen Mohammad Kazemi gugur dibunuh dalam agresi terbaru Israel.
IRGC menambahkan bahwa wakil Kazemi, Hassan Mohaghegh, bersama dengan Mohsen Baqeri, komandan senior IRGC lainnya, juga gugur akibat agresi yang sama. Tiga komandan senior IRGC itu diserang di daerah permukiman.
Divisi Dirgantara IRGC membalas dengan melepaskan gelombang baru serangan rudal terhadap pusat-pusat intelijen rezim, yang menandai babak ketiga Operasi True Promise III.
Sejauh ini, selama Operasi True Promise III, IRGC telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap lokasi-lokasi penting dan strategis di seluruh wilayah Palestina pendudukan, termasuk lokasi-lokasi di Tel Aviv dan kota pelabuhan Haifa.
Serangan ini menyasar berbagai fasilitas penting seperti pangkalan udara yang digunakan untuk melancarkan serangan rezim, pusat-pusat militer dan intelijen, kompleks-kompleks industri, dan lokasi-lokasi produksi jet tempur.
Balasan Iran juga mengakibatkan jatuhnya beberapa jet tempur F-35 kebanggaan Angkatan Udara serta sejumlah pesawat nirawak. (mm/presstv/alalam)