Gaza, LiputanIslam.com – Tentara Zionis Israel membunuh sedikitnya 50 warga Palestina dan melukai beberapa lainnya pada hari Jumat (30/5) dalam serangkaian serangan yang menjadi kelanjutan dari genosida yang telah berlangsung selama 20 bulan.
Sumber medis dan saksi mata mengatakan bahwa pemboman Israel menyasar rumah, kendaraan, dan tenda-tenda pengungsi, serta pertemuan warga sipil yang mencari bantuan kemanusiaan di berbagai wilayah di Jalur Gaza.
Dalam perkembangan ini antara lain dilaporkan bahwa di Jalur Gaza utara, menurut keterangan sumber medis, tentara Israel membunuh 15 warga Palestina dalam beberapa serangan di berbagai wilayah. Serangan pertama menyasar keluarga Nasr di Jabalia al-Nazla, menggugurkan tujuh warga Palestina, sementara yang kedua menggugurkan tiga warga Palestina dalam pemboman sebuah pertemuan warga sipil di wilayah Saftawi.
Serangan ketiga menyasar bagian barat kamp Jabalia, menggugurkan dua warga Palestina, sementara tiga warga Palestina gugur dalam penembakan terpisah di wilayah utara, menurut sumber medis.
Menurut saksi mata, tentara Israel terus membombardir berbagai wilayah di Jalur Gaza, sembari terus menghancurkan bangunan permukiman di bagian utara dan selatan Jalur Gaza.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel, dengan dukungan penuh AS, melancarkan perang genosida di Gaza, hingga menjatuhkan korban jiwa dan luka lebih dari 178.000 warga Palestina, yang sebagian besar anak-anak dan perempuan, serta menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang dan ratusan ribu orang mengungsi.
Sementara itu, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, menyiarkan rekaman aksi penembak jitunya terhadap tentara pendudukan Israel di sepanjang poros penyerbuan di lingkungan Shuja’iyya di sebelah timur Kota Gaza, sebagai bagian dari serangkaian operasi yang dijuluki “Batu-batu Daud.”
Brigade tersebut menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk menghadapi penyerbuan darat Israel dan menimbulkan kerugian pada pasukan penyerang. Mereka menekankan bahwa perlawanan mereka akan terus berlanjut dan tidak akan membiarkan pemaksaan fakta di lapangan.
Sejak tentara Israel melanjutkan perang genosida pada tanggal 18 Maret, pejuang Palestina tersebut telah berhasil melakukan beberapa penyergapan hebat terhadap pasukan Israel yang maju ke Jalur Gaza, hingga menewaskan dan melukai pada beberapa tentara. (mm/raialyoum)