
Baniyas, LiputanIslam.com – Seorang anggota Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang bertugas sebagai penasihat militer gugur akibat serangan Israel di Suriah.
Angkatan Laut IRGC dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (1/3) mengatakan anggotanya yang bernama Reza Zarei dan berpangkat kolonel gugur bersama dengan dua anggota Hizbullah Lebanon akibat serangan Israel di pelabuhan Baniyas di barat laut Suriah sehari sebelumnya.
Israel kerap menyerang posisi-posisi militer di Suriah, terutama yang terkait dengan para pejuang resistensi, yang telah memainkan peran penting dalam membantu tentara Suriah dalam perjuangannya melawan organisasi-organisasi pemberontak dan teroris yang didukung Barat dan rezim-rezim sekutunya di Timur Tengah.
Iran menjalankan misi asistensi di Suriah atas permintaan Damaskus untuk membantu Suriah mengalahkan militan dukungan asing yang telah memerangi pemerintah Suriah sejak tahun 2011.
Pada bulan Januari lalu, lima penasihat militer IRGC bersama dengan beberapa pasukan Suriah juga gugur akibat serangan Israel di ibu kota Suriah, Damaskus.
Serangan itu menyasar sebuah bangunan tempat tinggal tiga lantai di lingkungan kota Mezza yang menampung beberapa misi diplomatik.
Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), yang berbasis di Inggris dan mengandalkan jaringan sumber di Suriah, menyebutkan bahwa tiga ledakan mengguncang pusat Baniyas, di pantai Mediterania Suriah, saat serangan fajar terjadi di sebuah vila yang ditempati “kelompok yang berafiliasi dengan Iran”.
Menurut SOHR, serangan itu menggugurkan satu orang Iran dan dua warga non-Suriah lainnya yang bersamanya, dan ada laporan terpisah bahwa beberapa orang lainnya juga terluka dalam serangan itu.
Tidak ada komentar dari Israel setelah serangan tersebut, namun angkatan udaranya telah berulang kali mengebom sasaran di Suriah.
Pada hari Kamis, Israel membunuh seorang anggota Hizbullah dalam serangan di Suriah, dekat perbatasan Lebanon, kata SOHR, beberapa jam setelah serangan serupa.
Media Iran menyalahkan Israel. Israel biasanya tidak mengomentari serangan terhadap individu namun mengakui melakukan ratusan serangan terhadap sasaran-sasaran Iran dan target yang terkait dengan Iran dalam beberapa tahun terakhir, namun dalam beberapa minggu terakhir, serangan yang lebih sering terjadi.
Israel telah melakukan serangan selama bertahun-tahun karena tidak ingin Iran menempatkan diri secara militer di Suriah. Namun sejak perang Israel di Gaza dimulai pada 7 Oktober, strateginya telah berubah.
“Sekarang mereka mengejar target bernilai tinggi,” kata koresponden Aljazeera.
“Reza Zarei, orang yang terbunuh di Baniyas, bertanggung jawab atas pengiriman minyak Iran ke Suriah. Menurut para analis, Israel menargetkan target bernilai tinggi ini untuk memutus hubungan antara komando di Teheran dan aktor lokal di Suriah yang berafiliasi dengan Iran,” tambahnya.
Menurut Reuters, IRGC telah mengurangi penempatan perwira senior mereka di Suriah karena serentetan serangan mematikan Israel, dan lebih mengandalkan milisi sekutu untuk mempertahankan kekuasaan mereka di Suriah. (mm/presstv/aljazeera)