Gaza, LiputanIslam.com – Sumber medis Palestina melaporkan bahwa 56 orang, termasuk anak-anak dan wanita, gugur dan puluhan lainnya terluka akibat serangan udara Israel di beberapa wilayah di Jalur Gaza dini hari Sabtu (19/4).
Kantor Berita Palestina melaporkan bahwa jenazah seorang syahid ditemukan, dan empat anak-anak serta orang tua lainnya terluka, menyusul serangan artileri yang menyasar tenda yang menampung orang-orang terlantar di daerah Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan.
Di Jalur Gaza tengah, warga Palestina Ismail Darwish gugur karena luka kritis yang dideritanya akibat pemboman terhadap rumah keluarganya di kamp pengungsi Nuseirat.
Sembilan warga Palestina gugur akibat serangan pesawat tempur Israel terhadap rumah keluarga Darwish di dekat pemakaman Al-Sawarha di kamp pengungsi Nuseirat.
Artileri pasukan pendudukan juga menyerang lingkungan al-Tuffah di sebelah timur Kota Gaza, bersamaan dengan tembakan le bagian timur kamp al-Maghazi di Jalur Gaza tengah dan tembakan gencar dari kendaraan pasukan pendudukan.
Di Rafah, di Jalur Gaza selatan, kapal perang Israel menembakkan senapan mesin berat ke arah pantai kota Gaza.
Pasukan pendudukan Israel terus melancarkan agresi di Jalur Gaza, baik melalui darat, laut, maupun udara, sejak 7 Oktober 2023. Agresi ini telah mengakibatkan 51.157 warga sipil, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, gugur syahid, dan 116.724 lainnya luka-luka, menurut data sementara.
Ribuan korban masih terkubur di bawah reruntuhan dan di jalan, tidak dapat dijangkau oleh ambulan dan tim penyelamat.
Rezim pendudukan Israel melanjutkan agresi brutalnya terhadap Gaza setelah menyatakan runtuhnya perjanjian gencatan senjata, yang hanya berlangsung dua bulan.
Rezim Zionis itu melanggar gencatan senjata beberapa kali, memblokir pengiriman bantuan, menghentikan tahap kedua perjanjian, membekukan negosiasi, dan menangguhkan pertukaran tahanan. (mm/alalam)