Teheran, LiputanIslam.com – Pejabat rumah sakit Gaza melaporkan bahwa pasukan Israel telah membunuh sedikitnya 11 orang Palestina, termasuk dua anak laki-laki berusia 13 tahun, tiga jurnalis, dan seorang wanita, dalam beberapa serangan terpisah di Jalur Gaza pada hari Rabu (21/1).
Dalam satu serangan, drone Israel menghantam sisi timur kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, menggugurkan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun, ayahnya, dan seorang pria berusia 22 tahun. Pejabat di Rumah Sakit Syahid Al-Aqsa di Deir al-Balah terdekat mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima jenazah para korban tersebut.
Dalam serangan terpisah, pasukan Zionis menggugurkan tiga bersaudara dalam penembakan tank di kamp pengungsi Bureij, dan jenazah mereka dibawa ke rumah sakit yang sama, kata para pejabat.
Rumah Sakit Nasser mengkonfirmasi bahwa seorang anak laki-laki berusia 13 tahun lainnya ditembak mati oleh pasukan Israel saat mengumpulkan kayu bakar di kota Bani Suheila di timur. Dalam rekaman yang beredar online, ayah anak laki-laki itu terlihat menangis di atas tubuh anaknya di tempat tidur rumah sakit.
Kemudian pada hari itu, pasukan Israel menyerang sebuah kendaraan yang membawa tiga jurnalis Palestina di kota al-Zahraa di wilayah tengah.
Menurut Mohammed Mansour, juru bicara komite pemerintah Mesir yang mengawasi kamp tersebut, para jurnalis sedang merekam operasinya di lokasi pengungsian yang baru didirikan di Netzarim, Gaza tengah.
Jenazah dua jurnalis dibawa ke RS al-Shifa di Kota Gaza, sementara yang ketiga dipindahkan ke RS Syahid Al-Aqsa.
Rekaman video yang beredar daring menunjukkan kendaraan yang hangus dan hancur akibat bom di pinggir jalan, dengan puing-puing berserakan di sekitarnya.
Para pejabat RS Nasser mengatakan pihaknya menerima jenazah seorang wanita Palestina yang ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel di daerah al-Mawasi di kota Khan Younis selatan.
Pembunuhan tersebut termasuk yang terbaru yang dilaporkan di Gaza sejak gencatan senjata yang dimediasi AS mulai berlaku pada bulan Oktober.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 470 warga Palestina gugur akibat tembakan Israel sejak gencatan senjata dimulai.
Badan anak-anak PBB, UNICEF, pada 13 Januari menyatakan lebih dari 100 anak telah gugur di Gaza sejak Oktober.
Juru bicara UNICEF, James Elder, mengatakan kepada wartawan bahwa hampir semua kematian — 60 anak laki-laki dan 40 anak perempuan — diakibatkan oleh serangan militer Israel, termasuk serangan udara, serangan pesawat nirawak, penembakan tank, tembakan senjata, dan tembakan quadcopter. Sejumlah kecil disebabkan oleh sisa-sisa perang yang belum meledak. (mm/presstv)