Beirut, LiputanIslam.com – Hizbullah Lebanon mengumumkan bahwa mereka melancarkan dua serangan drone terhadap situs-situs militer di Israel utara, sehari setelah serangan serupa dikonfirmasi oleh tentara Israel telah menyebabkan kematian dua tentaranya.
Hizbullah dan Israel telah saling melancarkan serangan bom lintas batas setiap hari sejak dimulainya perang antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza tujuh bulan lalu, namun beberapa minggu terakhir terjadi peningkatan serangan.
Pengeboman tersebut sebagian besar terjadi di daerah perbatasan kedua belah pihak, sementara tentara Israel terkadang melakukan serangan jauh ke dalam Lebanon, yang ditanggapi oleh Hizbullah dengan meningkatkan operasinya atau menargetkan lokasi yang lebih jauh pula.
Hizbullah pada hari Selasa (7/5) menyatakan pihaknya telah melancarkan “serangan udara dengan drone tukik yang menyasar perwira dan tentara musuh di kompel Barak Yiftah” di Israel utara, dan menyasar pula “salah satu platform Iron Dome yang terletak di selatan Barak Ramot Naftali.”
Tentara Israel mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa “dua target udara diidentifikasi selama infiltrasinya dari Lebanon ke Israel utara, dan salah satunya berhasil dicegat.”
Mereka menyatakan bahwa serangan dari Lebanon itu menyebabkan “kerusakan kecil, dan tidak ada korban cedera yang dilaporkan,” dan bahwa pesawat tempurnya membom “infrastruktur Hizbullah di beberapa wilayah di Lebanon selatan.”
Dalam pernyataan lain pada hari Selasa, Hizbullah mengumumkan serangannya terhadap “fasilitas spionase”, “pergerakan tentara”, dan situs militer di sisi perbatasan Israel.
Hal ini terjadi sehari setelah Hizbullah mengumumkan serangan drone yang terhadap perkumpulan tentara Israel di dekat kota Metulla.
Tentara Israel mengumumkan pada hari Selasa bahwa dua tentaranya tewas akibat serangan ini.
Perkembangan ini terjadi ketika tentara Israel mengumumkan kendalinya atas jalur penyeberangan Rafah di sisi Palestina antara Jalur Gaza dan Mesir, setelah malam pemboman di Rafah di ujung selatan Jalur Gaza, dan sehari setelah Hamas mengumumkan persetujuannya terhadap proposal untuk gencatan senjata jangka panjang.
Sejak pecahnya perang antara Israel dan Hamas pada tanggal 7 Oktober, Hizbullah telah berulang kali mengumumkan serangannya terhadap situs-situs Israel, perangkat mata-mata, dan konsentrasi militer Zionis.
Serangan itu dilakukan demi membela Gaza, dan tntara Israel menanggapinya dengan pemboman udara dan artileri.
Situs Times of Israel pada hari Selasa menyebutkan bahwa konfrontasi perbatasan yang sedang berlangsung dengan Hizbullah sejak 8 Oktober lalu mengakibatkan kematian 13 tentara Israel dan sembilan warga sipil Israel.
Media Israel ini juga menyatakan, “Beberapa serangan terjadi terhadap tentara Israel dari Suriah, namun tidak ada korban jiwa.” (mm/raialyoum)