Beirut, LiputanIslam.com – Seorang anggota senior Hizbullah Lebanon gugur dan beberapa lainnya terluka terkena serangan drone Rezim Zionis Israel di Lebanon selatan.
Media Lebanon pada hari Ahad (21/1) melaporkan bahwa Israel menyerang sebuah kendaraan di desa Kafra di provinsi selatan Nabatieh.
Anggota yang menjadi sasaran dilaporkan berasal dari unit yang khusus melindungi individu dan mengangkut para pemimpin Hizbullah.
Hizbullah dalam sebuah pernyataan mengkonfirmasi serangan Israel tersebut dan menyatakan Fadhl Ali Salman Sha’ar “gugur di jalan menuju al-Quds.”
Saluran televisi berbahasa Arab Lebanon Al-Manar milik Hizbullah melaporkan bahwa serangan drone telah menyasar kendaraan di dekat pos pemeriksaan militer Lebanon di Kafra hingga menggugurkan satu orang dan melukai enam lainnya.
Laporan media sebelumnya menyebutkan dua anggota Hizbullah gugur.
Rezim Israel dalam beberapa bulan terakhir melancarkan serangan udara terhadap sekutu para pejuang Palestina di berbagai lokasi di Lebanon dan Suriah.
Wasekjen Hizbullah Sheikh Naim Qassem pada hari Sabtu memperingatkan Israel agar tak meremehkan Hizbulllah dan mencoba melancarkan perang total terhadap Lebanon jika tidak ingin mendapat “tamparan keras ”.
Sembari menyebut Israel sebagai musuh Palestina, Lebanon, dunia Arab dan umat Islam, dia memastikan Hizbullah akan terus melanjutkan serangannya terhadap wilayah pendudukan Israel selama serangan Israel di Gaza masih berlanjut.
Israel melancarkan invasi militer di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober 2023 setelah faksi-faksi pejuang Palestina pimpinan Hamas melancarkan serangan fajar bersandi Badai Al-Aqsa terhadap Israel. Militer Israel juga telah melakukan serangan terhadap wilayah Lebanon sejak saat itu.
Invasi itu sudah berjalan lebih dari 100 hari, namun Israel tidak kunjung mencapai tujuannya meski telah membunuh lebih dari 25.000 orang, yang sebagian besar perempuan dan anak kecil di Gaza.
Rezim Zionis itu juga telah memberlakukan blokade total terhadap Jalur Gaza sehingga memutus bahan bakar, listrik, makanan, dan air bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di sana. (mm/presstv)