Gaza, LiputanIslam.com – Puluhan warga Palestina gugur akibat serangan udara Israel di beberapa wilayah di Gaza sementara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) memperingatkan bahwa Israel akan memanfaatkan bantuan untuk mendirikan kamp-kamp isolasi di Jalur Gaza selatan.
Sumber medis mengatakan bahwa 72 warga Palestina gugur dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza sejak dini hari Kamis (22/5).
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan bahwa pengeboman oleh Israel telah merenggut nyawa lebih dari 600 warga Palestina dalam lima hari.
Israel melanjutkan agresinya terhadap Gaza pada tanggal 18 Maret, setelah melanggar perjanjian gencatan senjata. Sejak itu, 3.600 warga Palestina terbunuh dan 10.000 lainnya terluka, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.
Di tengah gencarnya serangan udara, banyak penduduk Jalur Gaza utara terus mengungsi ke Kota Gaza di selatan, menyusul ancaman Israel akan mengebom daerah tersebut.
Gambar-gambar menunjukkan seluruh keluarga melarikan diri dari Jalur Gaza utara setelah tentara Israel memerintahkan evakuasi 13 wilayah pemukiman di Jabalia dan Beit Lahia.
PBB pada hari Kamis mengabarkan bahwa 160.000 orang kembali mengungsi di Gaza hanya dalam seminggu terakhir.
Sementara itu, Hamas memperingatkan rencana Israel untuk mendirikan kamp isolasi di Jalur Gaza selatan dengan kedok bantuan.
Dalam sebuah pernyataan melalui Telegram, Hamas menyatakan bahwa rencana “bantuan ghetto” merupakan upaya untuk menutupi kejahatan genosida dan tidak akan membebaskan rezim pendudukan dari tanggung jawab, seraya menekankan bahwa rencana ini tidak akan berhasil.
Hamas mengatakan bahwa rezim pendudukan terus menciptakan kelaparan di Gaza, dan bantuan yang ada saat ini hanya merupakan setetes air di lautan kebutuhan kemanusiaan.
Menurut Hamas, bantuan yang masuk ke Gaza tidak melebihi sepersepuluh dari kebutuhan aktual, sementara bencana kelaparan meluas dari hari ke hari.
Hamas menuntut pengadaan koridor kemanusiaan permanen, pencabutan blokade sepenuhnya, dan penolakan terhadap pemerasan kemanusiaan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis malam berbicara tentang pembentukan “zona aman” di mana makanan akan didistribusikan kepada warga sipil di Jalur Gaza selatan.
Israel mengizinkan sejumlah truk bantuan masuk ke Gaza, sementara PBB melaporkan bahwa penduduk Jalur Gaza membutuhkan 600 truk per hari. (mm/aljazeera)