Teheran, LiputanIslam.com – Kementerian Kesehatan Yaman mengatakan ratusan warga sipil, sebagian besar wanita dan anak-anak, gugur dan terluka dalam serangan yang dilancarkan oleh AS demi mendukung Rezim Zionis Israel.
Kementerian itu pada hari Senin (14/4) mengatakan serangan AS terhadap fasilitas sipil di Yaman telah menewaskan 123 orang dan melukai 247 lainnya sejak 16 Maret.
Kementerian itu mengutuk “agresi terang-terangan AS terhadap Yaman dan penargetannya terhadap objek dan warga sipil melalui pemboman langsung”, termasuk serangan terhadap sebuah pabrik di ibu kota Sanaa pada Minggu malam.
Menurutnya, enam orang gugur dan 30 lainnya terluka, termasuk lima anak-anak, dalam serangan itu.
Kementerian Kesehatan Yaman menyebut serangan itu sebagai “kejahatan perang penuh” dan “pelanggaran mencolok terhadap semua hukum dan konvensi internasional”, dan mendesak negara-negara Arab dan Islam serta organisasi hak asasi manusia untuk turun ke jalan untuk mengecam kejahatan AS terhadap rakyat Yaman.
Sejak dimulainya perang genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023, pasukan Yaman telah melakukan sejumlah operasi militer untuk mendukung warga Gaza dengan menyerang target di seluruh wilayah Palestina pendudukan serta kapal Israel dan kapal yang terkait dengannya.
Untuk mendukung Israel, AS mengumumkan pembentukan satuan tugas maritim di Laut Merah pada Desember 2023 untuk melindungi jalur kapal yang menuju Palestina pendudukan.
Pasukan Yaman menanggapi dengan meningkatkan serangan mereka terhadap target strategis dan sensitif Israel dan AS, termasuk kapal perang dan kapal induk AS yang dikerahkan di lepas pantai Yaman.
Pasukan Yaman menghentikan serangan balasan mereka untuk mendukung gencatan senjata yang berlaku di Gaza pada 19 Januari, sebelum Israel melanggarnya pada bulan Maret. (mm/presstv)