Doha, LiputanIslam.com – Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pihaknya telah melancarkan lima serangan terhadap Yaman, dan mengklaim pasukan Ansarullah Yaman menggunakan kapal selam nirawak.
Disebutkan bahwa tentara AS menyerang tiga rudal jelajah anti-kapal bergerak, satu kapal permukaan nirawak, dan satu kapal nirawak bawah air (UUV) pada hari Sabtu.
“Ini adalah pertama kalinya Houthi menggunakan UUV sejak serangan dimulai pada 23 Oktober,” kata CENTCOM dalam sebuah posting di X, Ahad (18/2).
CENTCOM mengatakan pihaknya telah menentukan bahwa rudal dan kapal tersebut merupakan ancaman terhadap kapal Angkatan Laut AS dan kapal dagang di kawasan tersebut.
Belum ada tanggapan langsung dari Ansarullah, kelompok pejuang yang bersekutu dengan Iran.
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut, di mana pejuang Ansarullah melancarkan serangan terhadap kapal komersial dan militer sejak November.
Ansarullah awalnya mengatakan bahwa mereka akan menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza, namun kemudian memperluas target mereka dengan mencakup kapal-kapal yang terkait dengan Inggris dan AS.
AS dan Inggris telah menanggapi dengan beberapa menyerang Yaman, dan menganggap serangan Ansarullah.
Ansarullah pada hari Sabtu mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Inggris.
Akibat kacaunya keamanan di Laut Merah, sebagian besar perusahaan pelayaran besar telah meninggalkan jalur perdagangan penting tersebut dan beralih ke rute yang sangat lebih panjang di sekitar Afrika. Hal ini telah meningkatkan biaya, menambah kekhawatiran mengenai inflasi global, sekaligus menguras banyak pendapatan luar negeri Mesir dari pengirim barang yang menggunakan Terusan Suez ke atau dari Laut Merah. (mm/aljazeera)