Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kapal Israel dan kapal perusak AS di Laut Merah, dan menyatakan akan memperluas operasi militernya hingga ke Samudera Hindia.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree pada hari Jumat (15/3) menyatakan, “Angkatan Laut Yaman melancarkan operasi serangan terhadap kapal Israel Pacific 01 di Laut Merah, menggunakan sejumlah rudal maritim yang sesuai. Pasukan drone juga melancarkan operasi serangan terhadap kapal perusak AS di Laut Merah dengan sejumlah drone, dan operasi tersebut berhasil mencapai sasarannya.”
Dia kemudian memperingatkan bahwa operasi Angkatan Bersenjata Yaman akan menjangkau kawasan Saumdera Hindia.
“Perluasan cakupan operasi terhadap kapal-kapal Israel, kapal-kapal yang terkait dengan Israel, atau kapal-kapal yang menuju ke pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan hingga mencakup Samudera Hindia melalui Tanjung Harapan.”
Pada Kamis malam, pemimpin Ansarullah Sayid Abdul-Malik al-Houthi mengumumkan perluasan cakupan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel hingga mencakup kapal-kapal yang menghindari penyeberangan Laut Merah dan berlayar di Samudera Hindia menuju rute alternatif di ujung selatan Benua Afrika.
Serangan ini terjadi dalam serangkaian serangan berkelanjutan di wilayah Laut Merah dan Teluk Aden yang dilakukan oleh Yaman selama berbulan-bulan, dengan latar belakang perang antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.
Sejak 19 November, pasukan Yaman menyerang kapal-kapal komersial di Laut Merah dan Laut Arab yang mereka curigai terkait dengan Israel atau menuju ke pelabuhan-pelabuhannya, dan mereka mengatakan hal ini adalah demi mendukung Palestina sehubungan dengan pecahnya perang sejak tanggal 7 Oktober.
Di pihak lain, pasukan AS dan Inggris melancarkan serangan terhadap Yaman sejak 12 Januari dengan dalih demi menghentikan serangan pasukan
Pasukan AS sendiri melakukan serangan dari waktu ke waktu terhadap rudal yang dikatakan siap diluncurkan. Yang terbaru di antaranya terjadi pada hari Kamis, ketika tentara AS menghancurkan “sembilan rudal anti-kapal dan dua drone di wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman,” menurut apa yang diumumkan Komando Pusat AS (CENTCOM), yang menyebutkan bahwa senjata-senjata itu “telah diidentifikasi sebagai ancaman nyata terhadap kapal komersial dan kapal Angkatan Laut AS di kawasan sekitar”.
Sejak terjadi serangan Barat terhadap Yaman, pasukan Yaman mulai menyerang kapal-kapal AS dan Inggris, dan menegaskan bahwa kepentingan kedua negara Barat itu telah menjadi “target yang sah” bagi Yaman.
Serangan dan ketegangan di Laut Merah mendorong banyak perusahaan pelayaran besar mengalihkan kapal mereka ke Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika. (mm/raialyoum)