Sanaa, LiputanIslam.com – Sedikitnya 35 orang gugur dan 131 lainnya terluka akibat serangan udara Israel terhadap Yaman, Rabu (10/9).
Juru bicara Kementerian Yaman, Anis al-Asbahi, dalam pernyataan yang diunggah di akun Twitter-nya yang menyatakan, “Jumlah warga negara yang gugur dan terluka dalam kejahatan Zionis yang berbahaya meningkat menjadi 35 orang gugur dan 131 orang luka-luka.”
Dia juga menyebutkan bahwa jumlah korban ini belum final, dan bahwa para korban mencakup “28 orang gugur dan 113 orang luka-luka di Sanaa,dan 7 orang gugur dan 18 orang luka-luka di Jawf.”
Dalam unggahan sebelumnya, al-Asbahi mengatakan bahwa tim pertahanan sipil terus mencari orang hilang.
Di pihak lain, tentara Israel mengklaim telah menyerang “beberapa target militer” di ibu kota Yaman dan di al-Jawf di wilayah utara negara ini.
Saluran Al Masirah yang berafiliasi dengan Ansarullah melaporkan di akun Twitter-nya bahwa “para syahid, korban luka, dan beberapa rumah rusak akibat serangan Israel terhadap Markas Besar Bimbingan Moral di lingkungan Tahrir di pusat ibu kota,” dan “gedung Status Sipil di distrik Al-Hazm” di Jawf.
Disebutkan bahwa serangan lain menyasar Bank Sentral dan gedung-gedung pemerintah di Provinsi Jawf. Kepulan asap membumbung di angkasa Sanaa, sementara ledakan terdengar di seluruh bagian kota yang telah menjadi sasaran serangan Israel berulang kali selama beberapa bulan terakhir.
Militer Israel dalam sebuah pernyataan mengklaim, “Jet tempur IDF baru saja menyerang target militer rezim teroris Houthi (Ansarullah) di wilayah Sanaa dan Jawf, termasuk kamp-kamp tempat elemen militer rezim Houthi terlihat, serta markas besar Direktorat Media Militer Houthi dan lokasi penyimpanan bahan bakar yang digunakan untuk kegiatan militer rezim Houthi.”
Al-Masirah melaporkan bahwa pertahanan udara Yaman mencegat pesawat-pesawat tempur Israel. “Pertahanan udara kami berhasil meluncurkan sejumlah rudal darat-ke-udara saat menghadapi agresi Zionis terhadap negara kami,” ungkapnya.
Kemudian, Jubir Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, membantah klaim bahwa Israel telah menyerang peluncur rudal. “ Dia menyatakan bahwa serangan tersebut “menyasar target sipil murni, termasuk surat kabar 26 September dan Al-Yaman, dan terdapat korban jiwa dan luka di antara jurnalis, baik pria maupun wanita, serta warga sipil dan orang-orang yang berada di sekitar.”
Serangan Israel ini adalah yang pertama sejak serangan serupa yang menggugurkan Perdana Menteri Ahmed Ghaleb al-Rahwi dan 11 pejabat tinggi lainnya di Sanaa pada 28 Agustus.
Al-Rahwi adalah pejabat politik paling senior yang gugur akibat konfrontasi Yaman-Israel terkait perang di Jalur Gaza. Pemimpin Ansarullah, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, mengancam Israel dengan serangan rudal dan pesawat nirawak lebih lanjut dalam “jalur yang berkelanjutan, stabil, dan meningkat.”
Sejak perang di Jalur Gaza antara Israel dan Hamas dimulai pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan tak terduga oleh gerakan tersebut di Israel selatan, pasukan Yaman secara rutin meluncurkan rudal balistik dan drone terhadap Israel.
Mereka juga melancarkan serangan di Laut Merah terhadap kapal-kapal dagang yang terkait dengan Israel.
Pasukan Yaman menyatakan bahwa serangan mereka merupakan bagian dari upaya mereka membela warga Palestina di Gaza.
Pada hari Kamis, Menteri Perang Israel Yisrael Katz bersumpah akan memberikan tanggapan keras setelah terjadi eskalasi serangan rudal Yaman. (mm/almayadeen/raialyoum)