
Teheran, LiputanIslam.com – Senator AS Lindsey Graham mengatakan Israel harus melakukan “apa pun” yang dianggap perlu dalam pemboman di Gaza, sembari membandingkannya dengan keadaan ketika AS menjatuhkan bom atom di Jepang pada Perang Dunia II.
Senator Partai Republik dari Carolina Selatan tersebut menyatakan bahwa Israel berhak untuk meratakan Jalur Gaza, sementara AS pernah menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada tahun 1945 hingga menewaskan lebih dari 200.000 orang.
Graham juga mendesak Presiden AS Joe Biden untuk memberikan lebih banyak bom kepada Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani dalam sebuah postingan di platform X pada hari Selasa (14/5) mengutuk pernyataan Graham yang disampaikan pada hari Ahad lalu tersebut.
“Pernyataan mengerikan yang dibuat oleh seorang senator AS dalam membenarkan dan mendorong penggunaan bom nuklir oleh rezim Zionis mencerminkan kebrutalan mereka, yang menganjurkan perang dan mengabaikan hak asasi manusia (HAM) dan resolusi internasional,” kecam Kanaani.
Menurut Kanaani, pernyataan tersebut dibuat oleh seorang senator yang negara asalnya memiliki sejarah penggunaan senjata nuklir namun malah mengklaim peduli dan pembela HAM.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran meminta masyarakat internasional menentang “pernyataan setan” itu demi mencegah berlanjutnya bencana kemanusiaan dan genosida di Jalur Gaza.
Pejabat Iran itu juga menyerukan kecaman keras global atas dukungan terus menerus AS kepada kejahatan rezim Israel.
Graham melontarkan pernyataan kontroversial tersebut beberapa hari setelah Biden mengaku telah menghentikan pengiriman senjata ke Israel dan bahwa dia mungkin akan terus melakukannya jika Israel melancarkan serangan besar-besaran di kota Rafah ujung selatan Jalur Gaza, tempat 1,5 juta warga Palestina berlindung.
Israel mengumbar aksi brutal di Jalur Gaza sejak tanggal 7 Oktober 2023 setelah Hamas melancarkan operasi serangan fenomenal terhadap Israel sebagai pembalasan atas intensitas kekejaman kaum Zionis terhadap rakyat Palestina.
Sejauh ini, Israel telah membunuh sedikitnya 35.170 warga Palestina, yang sebagian besar di antaranya perempuan dan anak-anak. (mm/presstv)