Selamat dari Pembunuhan, PM Sudan Janji Perkuat Gerakan Reformasi

0
104

Khartoum, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok selamat dari upaya pembunuhan yang menyasar konvoi mobilnya di Khartoum, ibukota Sudan, Senin (9/3/2020).

Hamdok mengaku berada dalam kondisi “baik” dan bahwa insiden itu akan menjadi “dorongan tambahan untuk roda perubahan di Sudan”, di mana dia memimpin pemerintahan transisi pasca kudeta terhadap Omar al-Bashir yang telah lama menjabat sebagai presiden.

Direktur kantor perdana menteri, Ali Bakhit, mengatakan, “Sebuah ledakan menerjang ketika mobil Perdana Menteri Abdalla Hamdok melaju.”

Radio pemerintah melaporkan mobil itu terkena tembakan dan proyektil, sementara televisi pemerintah menyebutnya telah menjadi sasaran bom mobil.

“Saya melihat saat ledakan dan serangan, dan serangan datang dari gedung tinggi,” kata seorang saksi mata kepada Reuters.

Radio Omdurman mengatakan senjata otomatis juga digunakan dalam serangan itu dan Hamdok lantas dibawa “ke rumah sakit”.

Hamdok di Twitter usai peristiwa itu menegaskan bahwa upaya pembunuhan itu akan “tidak menghentikan jalan perubahan”.

“Apa yang terjadi tidak akan menghentikan jalan perubahan, itu akan menjadi dorongan tambahan dalam gelombang kuat revolusi,” cuitnya.

Pada gambar yang disiarkan di saluran TV regional dan media sosial terlihat mobil-mobil konvoi, termasuk beberapa mobil putih jenis SUV, rusak parah.

Pemerintah Hamdok sedang berjuang mengatasi parahnya krisis ekonomi yang telah memicu aksi protes berbulan-bulan terhadap Bashir dan berlanjut setelah kejatuhannya pada bulan April tahun lalu. (mm/mee)

DISKUSI: