Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem menegaskan pihaknya akan terus berjuang melawan Israel dengan risiko apapun.
“Pembelaan (negara) akan terus berlanjut karena kami percaya bahwa pembebasan adalah kewajiban, bahkan jika itu membutuhkan waktu yang lama dan pengorbanan yang banyak. Israel terus menyerang dan menduduki lima titik, dan kami tidak dapat menyerah pada agresi ini,” tegasnya dalam pidato pada akhir prosesi peringatan Hari Asyura di pinggiran selatan Beirut, Ahad (6/7).
Sembari menyinggung besarnya partisipasi masyarakat dalam prosesi tersebut, dia menambahkan, “Api perlawanan akan tetap menyala dan tidak akan dirampas dari generasi mendatang. Kami akan melindungi apa yang telah dikorbankan semua orang. Perlawanan ini adalah perlawanan Imam Sayyid Musa al-Sadr dan perlawanan Sayyid Hassan Nasrallah, guru para syuhada bangsa. Kami setia pada janji, dan kami terus berjuang.”
Dia juga menegaskan, ” Kami tidak akan menjadi bagian dari legitimasi pendudukan di Lebanon, dan kami tidak akan menerima normalisasi yang memalukan. Pilihan kami adalah pilihan Husaini, dan orang-orang yang bergemuruh ini tidak menerima kehinaan dan penyerahan diri.” (mm/alalam)