Beirut, LiputanIslam.com –Sekjen Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassem, mengirim pesan penting kepada Rezim Zionis Israel.
Ditujukan kepada rezim pendudukan tersebut, Syeikh Naim Qassem dalam sebuah wawancara pada hari Minggu (9/3), menegaskan, “Bahkan jika kalian tetap berada di lima titik di Lebanon selatan, berapa lama Anda akan bertahan?! Kubu Perlawanan ini tidak akan membiarkan kalian terus bertahan.”
Dia menekankan bahwa masuknya kubu perlawanan (Hizbullah) ke dalam negosiasi bukan karena kelemahan.
“Tapi ketika Israel datang dan meminta untuk menghentikan perang, kami bernegosiasi dan kami masih punya kekuatan,” ungkapnya.
Sekjen Hizbullah menjelaskan bahwa pengalaman para pemimpin perlawanan dan pemuda sangat tinggi, dan sasarannya bersifat militer, tepat, dan berkapasitas tinggi.
Menurutnya, semua itu menunjukkan bahwa kubu perlawanan bisa saja menyerang sasaran nonmiliter, tapi mereka tidak melancarkan pertempuran ke sasaran tersebut, karena keputusan yang diambil adalah menyerang lokasi militer saja, agar tidak memberi dalih bagi musuh untuk menambah kejahatannya.
Syeikh Qassem memastikan kubu perlawanan berada dalam kondisi prima dan terus berlanjut, meski memang terluka dan telah memberikan banyak pengorbanan.
Dia menambahkan, “Apakah ada yang menduga perlawanan akan terus berlanjut tanpa pengorbanan?” Pengorbanan yang besar, ya, namun kami sadar bahwa pengorbanan ini harus dilakukan dalam menghadapi Israel, Amerika serta negara-negara Eropa dengan segala kemampuan mereka, karena mereka telah menggunakan segala kejahatan mereka untuk menghadapi perlawanan di Palestina dan Lebanon.”
Syeikh Qassem juga mengatakan, “Kita menghadapi bahaya yang sangat besar, dan siapa pun yang menghadapi bahaya demikian tidak bertanya apa yang telah Anda lakukan, melainkan bagaimana Anda bisa keluar.”
Dia juga memastikan bahwa Israel menderita banyak kerugian di bidang militer dan ekonomi, serta jumlah serdadu yang tewas, dan bahwa “pemandangan ini menunjukkan perlawanan terus berlanjut.”
“Ketika kami mengatakan bahwa perlawanan kami sedang berlangsung, itu berarti bahwa perlawanan sedang berlangsung di lapangan. Para pemuda Pasukan Ridwan turun ke prosesi pemakaman untuk mengatakan bahwa kami ada di sini dan ada di gelanggang,” tuturnya,
Dia juga mengatakan, “Kami memang berada dalam fase baru, tapi hal-hal yang konstan tidak berubah. Sebaliknya, metodenya mungkin berubah, kerja perlawanan tidak berhenti dan tidak dapat berhenti, karena berhenti akan meniadakan eksistensi Lebanon. Apa yang terjadi di Suriah adalah bukti nyata.”
Dia mengingatkan, “Kubu perlawanan telah menghalangi musuh dan mencegahnya maju dan bertahan di tanah kami, dan bahkan di wilayah yang didudukinya, waktunya akan tiba untuk perlawanan, dan hari ini kami bersabar… Saat ini kami membiarkan kesempatan bagi pemerintah Lebanon untuk mengatakan kepada dunia bahwa Israel tidak akan keluar kecuali dengan hantaman.” (mm/raialyoum)