Sekjen Hizbullah: Hasil Pemilu Cerminkan Keteguhan pada Resistensi

0
39

Beirut, LiputanIslam.com  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menilai hasil pemilu parlemen terbaru di Lebanon memberi pesan kuat mengenai keteguhan pada resistensi.

Dalam pidatonya pada  Rabu (18/5), Sayid Nasrallah mengatakan bahwa besarnya partisipasi rakyat dalam pemilu dan festival menjelang pemilu serta suara yang diperoleh oleh para kandidat dalam daftar caleg Al-Amal wa Al-Wifa memberikan sebuah pesan jelas dan kuat mengenai keteguhan pada resistensi, senjata resistensi, “perimbangan emas”, negara yang adil, reformasi, perdamaian sipil, serta partisipasi, kerjasama dan prioritas penyelesaian krisis sosial dan ekonomi.

Menurutnya, jumlah suara dan anggota parlemen telah meningkat untuk Hizbullah dan sekutunya meskipun kampanye anti-resistensi yang dimotori oleh Amerika Serikat (AS) sudah berlangsung bertahun-tahun.

Pemimpin Hizbullah lebih lanjut mengatakan bahwa tak seperti diklaim oleh sebagian orang, tidak ada satupun blok di parlemen yang dapat mengklaim mayoritas dalam pemilihan, dan tak ada partai politik jujur yang mengklaim demikian.  Keuntungan tidak memiliki satu partai atau kelompok yang memiliki mayoritas di parlemen ialah semua orang sama-sama bertanggung jawab.

“Kubu resistensi serta para sekutu dan sahabatnya hadir kuat di dewan perwakilan,dan kita ada di depan dewan perwakilan yang terdiri atas blok-blok perlemen dan independen, dan sekarang tak ada tim politik yang memiliki mayoritas parlemen di negara ini,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa format krisis di Lebanon tidak memungkinkan satu kelompok menyelesaikan krisis sendirian, bahkan jika mereka memiliki mayoritas, yang menyerukan kerja sama antara semua kelompok yang berbeda.

Dia juga membantah kebohongan yang dipromosikan oleh oposisi, termasuk bahwa kubu resistensi berusaha untuk menunda pemilu dan bahwa pemilu dibayangi senjata Hizbullah dan pengaruh Iran.

“Kita melihat kedutaan AS dan daftar pemilih yang dibuat di sana. Kita melihat duta besar Saudi dan kantong uang yang dihabiskan. Apakah ada yang melihat Iran mengganggu dalam pemilihan ini?” katanya.

Nasrallah menyerukan pengubahan undang-undang pemilu saat ini, sebab selama ini beberapa orang bisa meraih kursi parlemen hanya dengan 500 suara sementara yang lain yang mendapatkan ribuan suara malah tidak kursi parlemen.

Dia menambahkan bahwa ada beberapa reformasi yang perlu dilakukan dalam proses pemilu seperti memungkinkan orang di atas usia 18 untuk memilih. Pembagian distrik juga harus diubah dan diganti dengan menjadikan Lebanon sebagai distrik pemilihan tunggal. (mm/alalam/presstv)

DISKUSI: