Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem menyatakan bahwa AS berupaya meningkatkan agresi Israel terhadap Lebanon, dan menganggap AS sebagai “mediator yang tidak jujur.”
Hal ini disampaikan dalam pidato yang disiarkan di televisi oleh saluran TV Al-Manar, Jumat (31/10), pada pembukaan “pasar rakyat” untuk produk pertanian dan barang-barang rumah tangga di pinggiran selatan Beirut.
Syeikh Qassem mengatakan, “AS beroperasi di Lebanon dengan kedok berupaya mengatasi masalah, menghentikan agresi Israel, dan mendukung kedaulatan dan kemerdekaan Lebanon. Namun, pengalaman menunjukkan bahwa AS bukanlah perantara yang jujur, melainkan justru merupakan sponsor utama agresi tersebut, yang berkontribusi pada perluasan dan keberakarannya di Lebanon dan kawasan sekitar.”
Dia menambahkan, “Setiap kali utusan AS berkunjung atau setiap kali ada pernyataan dirilis oleh AS atau entitas mana pun yang mendukung AS, skala serangan terhadap Lebanon meningkat drastis.”
Dia juga mengatakan, “Pernyataan Amerika sering kali mengandung pembenaran bagi Israel, dan andil dalam pencitraan Israel sebagai negara yang menawarkan apa yang terbaik, sementara Lebanon dianggap bertanggung jawab, diharuskan patuh, dan menjadi sasaran tekanan untuk melepaskan kemampuan, kebebasan, dan kemerdekaannya. Semua itu demi memenuhi semua keinginan Israel.”
Syeikh Qassem memperingatkan, “Israel berusaha melucuti kekuatan Lebanon (senjata Hizbullah), dan ini merupakan langkah menuju proyek Israel Raya,” namun “pendekatan ini ditolak dan tidak ada seorangpun patriotik di Lebanon akan menerimanya.”
Pada tanggal 5 Agustus, kabinet Lebanon memutuskan untuk membatasi semua senjata di negara tersebut, termasuk milik Hizbullah, hanya untuk negara, dan menugaskan militer untuk menyusun rencana guna mencapai hal ini dalam bulan yang sama dan melaksanakannya sebelum akhir tahun.
Namun, Syeikh Naim Qassem berulang kali menegaskan penolakannya terhadap perlucutan senjata Hizbullah, dan menuntut penarikan penuh Israel dari wilayah Lebanon.
Dalam beberapa pekan terakhir, Israel telah meningkatkan serangannya terhadap Lebanon, termasuk pembunuhan terhadap orang-orang yang diklaimnya sebagai anggota Hizbullah, dan melancarkan serangan di wilayah Lebanon timur dan selatan, dengan dalih membidik infrastruktur militer kelompok tersebut.
Badan Penyiaran Israel pada hari Jumat melaporkan bahwa Tel Aviv sedang mempertimbangkan peningkatan operasi militernya di Lebanon, dengan dalih sebagai respon terhadap upaya Hizbullah meningkatkan kekuatannya.
Dikutip oleh badan tersebut, seorang pejabat senior anonim Israel mengatakan, “Hizbullah berhasil membangun kembali sebagian infrastruktur militernya dan telah menyelundupkan ratusan rudal jarak pendek dari Suriah ke Lebanon dalam beberapa bulan terakhir.” (mm/railayoum)