Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Lebanon Sayid Hassan Nasrallah kembali mengutuk penistaan kitab suci Al-Quran yang terjadi berulang kali di Swedia, dan mengatakan bahwa pelakunya adalah agen dinas rahasia Israel, Mossad.
“Ada mata-mata Mossad yang menodai kesucian Islam di bawah perlindungan polisi Swedia, dengan cara yang menghina dan menantang dua miliar Muslim di dunia,” ungkapnya dalam pidato yang disiarkan televisi dalam acara Asyura di kota Nabatiyeh, Lebanon selatan, Selasa (1/8), sembari menyayangkan lemahnya negara-negara Muslim dalam membela Al-Quran.
Dia menilai tak perlu lagi bagi pemuda Muslim menunggu pemerintah dan organisasi mengambil tindakan.
“Mereka harus memikul tanggung jawab mereka dan menghukum lebih berat orang yang menistakan Al-Quran,” tegasnya.
Pemimpin Hizbullah juga menyebut pemerintah Swedia telah bersikap “munafik” karena telah mengizinkan aksi penistaan Al-Quran tapi di saat yang juga mencela aksi itu.
Pada hari Senin, dua pria asal Irak, Salwan Momika dan Salwan Najem, membakar Al-Quran di luar gedung parlemen Swedia di ibu kota Stockholm setelah polisi memberikan izin untuk aksi itu.
Momika telah dua melakukan tindakan yang sama sebelumnya dalam 40 hari terakhir, satu di luar masjid utama Stockholm dan yang lain di luar Kedutaan Besar Irak.
Aksi itu mengeruhkan hubungan diplomatik Swedia dengan berbagai negara Muslim, yang mengutuk aksi bejat tersebut.
Dalam peristiwa lain di di Denmark , pengunjuk rasa anti-Muslim membakar Al-Quran di luar kedutaan Arab Saudi di Kopenhagen, Senin.
Semua aksi itu tak pelak memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia sehingga beberapa negara telah memanggil atau mengusir duta besar Swedia dan Denmark.
Negara-negara Nordik menyesalkan penodaan Al-Quran, namun juga mengaku bahwa mereka tidak dapat mencegahnya di bawah undang-undang konstitusional yang melindungi kebebasan berbicara. (mm/presstv)
Baca juga:
Militer Zionis Sebut Hizbullah Provokatif, Kemungkinan Pecah Perang Sangat Tinggi