Damaskus, LiputanIslam.com – Sebuah sumber informasi melaporkan pada hari Jumat (13/9), bahwa kelompok Ansarullah Yaman sedang memindahkan sebagian pasukannya ke Suriah sebagai persiapan untuk tahap baru eskalasi terhadap Israel.
Dikutip Sputnik, sumber itu mengatakan, “Sebuah kekuatan brigade, termasuk beberapa ribu pasukan elit yang berafiliasi dengan Ansarullah, tiba di Suriah dalam kelompok-kelompok kecil melalui Yordania, dengan koordinasi intelijen tingkat tinggi Suriah-Lebanon.”
Dia menambahkan, “Pasukan Yaman yang tiba di Suriah adalah salah satu formasi tempur Ansarullah yang terkuat, paling siap dan lengkap, dan selama beberapa bulan terakhir mereka telah dilatih untuk menyerang sasaran yang menyerupai permukiman dan pangkalan militer Israel.”
Dalam konteks yang sama, media Arab melaporkan bahwa, pada pagi hari tanggal 2 Agustus, empat pemimpin Ansarullah Yaman tiba di kota Albukamal, Suriah, dari wilayah Irak, melalui penyeberangan Al-Sakk disertai dengan kendaraan militer, menurut surat kabar An-Nahar.
Sebelumnya, juru bicara pasukan Ansarullah mengungkapkan, “Angkatan bersenjata Yaman sedang dalam proses memperkuat kemampuan pertahanan mereka untuk menghadapi agresi AS-Inggris dan meresponsnya dengan menargetkan gerakan militer musuh mereka.”
Beberapa waktu lalu, Pemimpin Ansarullah Sayid Abdul Malik Al-Houthi menyatakan bahwa pasukan Yaman selama ini telah mengejutkan musuh di laut, dan bahwa selanjutnya juga akan ada kejutan dari pasukan Yaman di darat.
Tentara Israel melanjutkan perangnya di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, dan pada hari ke-343, jumlah korban syahid sejak awal perang di Jalur Gaza meningkat menjadi 41.118 orang, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan 95.125 lainnya terluka.
Pada tanggal 7 Oktober, pejuang Hamas melancarkan serangan ke Israel selatan yang menewaskan 1.200 warga Israel, menurut data resmi Israel. Sebagai tanggapan terhadap serangan Hamas, Israel berjanji untuk memunaskan gerakan tersebut, dan Israel mengatakan bahwa 130 tawanan masih ditahan di Gaza, termasuk 30 orang yang meninggal dunia, dari total 250 orang yang diculik pada 7 Oktober 2023. (mm/railyoum)