Gaza, LiputanIslam.com – Setidaknya 24 orang Palestina menjadi gugur dan beberapa lainnya terluka, dalam pembantaian baru yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Zionis Israel di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah pada Jumat malam (23/2)
Sumber lokal melaporkan bahwa sebagian besar korban adalah anak-anak dan kaum perempuan, dan mereka gugur akibat serangan udara terhadap sebuah rumah keluarga Abu Zuaiter di lingkungan Bishara di Deir al-Balah.
Jenazah para syuhada dan korban luka dipindahkan ke Rumah Sakit Syahid Al-Aqsa di kota tersebut, sementara ambulan dan kru penyelamat terus berupaya mengeveakuasi para korban dari bawah reruntuhan rumah.
Jet tempur juga mengebom sebuah rumah di utara kamp Al-Maghazi di tengah Jalur Gaza, melukai sejumlah warga, beberapa di antaranya kritis. Jet tempur Israel juga melepaskan tembakan keras ke kota Al-Mughraqa di utara kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah.
Serangan udaradan artileri Israel juga menyasar Khirbet Al-Adas, utara Rafah, di selatan Jalur Gaza, dan sebuah rumah Hanoun, utara Jalur Gaza.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa pasukan pendudukan menyerang kawasan sekitar Rumah Sakit Al-Amal di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, hingga menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas rumah sakit.
Disebutkan bahwa untuk keempat kalinya, kru lembaga itu menjalankan misi mengevakuasi korban luka dari Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis setelah tidak berfungsi, berkoordinasi dengan Kantor Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA), dan sebanyak empat ambulans berpartisipasi dan mengevakuasi 18 orang yang terluka, termasuk dua bayi perempuan yang baru lahir yang orang tuanya hilang.
Para korban itu dipindahkan ke rumah sakit lapangan Korps Medis Internasional, rumah sakit lapangan Indonesia di Kegubernuran Rafah, Rumah Sakit Gaza Eropa di Khan Yunis, dan Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir Al-Balah di Jalur Gaza tengah.
Jumlah korban jiwa sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober telah meningkat menjadi 29.514 orang, sementara korban luka menjadi 69.616 orang.
Sejauh ini para pejuang Palestina dengan berbagai faksi mereka terus bertempur mati-matian melawan pasukan pendudukan Zionis, dan juga masih dapat menimpakan kerugian jiwa, luka dan materi pada pihak Israel.
Perwira militer Israel mengatakan sejauh ini belum dapat mengalahkan Hamas bahkan di Jalur Gaza utara. Komandan Brigade Nahal menyebutkan bahwa kembalinya tentara Israel berperang di sekitar Rumah Sakit Al-Shifa, sebelah barat Kota Gaza, untuk melawan para pejuang Palestina yang telah berkumpul kembali merupakan bukti sulitnya menumpas Hamas.
Ketua delegasi Komite Internasional Palang Merah di Gaza, Pascal Hunt, memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis Le Monde bahwa serangan militer Israel skala besar di Rafah akan menciptakan “bencana mutlak.” (mm/raialyoum)