Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan bahwa operasi Badai Al-Aqsa telah mengguncang fondasi Israel, dan menempatkan rezim Zionis ini pada ambang kebinasaan, dan memberikan pukulan telak terhadap proyek Zionis di Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Rabu (3/4) di depan pertemuan virtual para pemimpin perlawanan menjelang Hari Al-Quds Internasional, Jumat terakhir bulan suci Ramadhan.
Apa yang terjadi saat ini di Palestina, kawasan ini, dan dunia, kata Sayid Nasrallah, meruapakan badai dalam segala hal.
Nasrallah mengatakan tidak ada lagi orang di wilayah pendudukan yang membicarakan proyek “Israel yang lebih besar”.
Menurutnya, ini merupakan salah satu pencapaian operasi 7 Oktober serta operasi anti-Israel sebelumnya di Lebanon dan Gaza yang menyebabkan penarikan Israel dari Lebanon selatan dan Gaza pada tahun 2000-an.
Sekjen Hizbullah mengapresiasi keberanian dan kreativitas kubu pejuang Palestina, dan menilai ketabahan dan keteguhan penduduk Gaza telah menciptakan sebuah epik sejarah yang langka.
Pemimpin Hizbullah memuji operasi anti-Israel yang dilakukan kelompok perlawanan di Yaman, Irak, dan Lebanon serta ketekunan mereka meskipun ada ancaman dan tekanan.
Dia juga menekankan besarnya dukungan Iran terhadap Poros Perlawanan di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, Lebanon, Yaman, dan Irak.
Sayid Nasrallah juga mengatakan bahwa semua upaya pemboman, ancaman, dan intimidasi selama beberapa bulan terakhir tidak mengubah pendirian Suriah yang mendukung kelompok-kelompok perlawanan di kawasan. (mm/presstv)