Saudi Kembalikan Jumlah Jemaah Haji ke Masa Pra-Covid

0
226

Riyadh, LiputanIslam.com   Otoritas Arab Saudi memulihkan jumlah jemaah haji tahun 1443 H /2023 M ke taraf pra-pandemi setelah sekian tahun dibatasi akibat pandemi Covid-19.

“Saya membawakan Anda dua kabar baik dalam pertemuan ini. Yang pertama: kembalinya jumlah jemaah seperti sebelum pandemi tanpa batasan usia,” kata Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq bin Fawzan al-Rabiah pada Senin malam (9/1), seperti dilansir Badan Pers Saudi.

Dia menambahkan, “Dan yang kedua: mengizinkan misi haji mana pun dari seluruh dunia untuk berurusan dengan perusahaan berlisensi mana pun yang memenuhi persyaratan jamaah dari negara-negara itu.”

Pada 2019, lebih dari 2,4 juta orang mengikuti ibadah haji. Namun, pada tahun 2020, akibat pandemi Covid-19, Saudi secara dramatis membatasi ibadah haji di mana sedikitnya 1.000 penduduk Arab Saudi diizinkan untuk ambil bagian. Pembatasan itu belum pernah terjadi sebelumnya bahkan selama epidemi flu 1918 yang menewaskan puluhan juta orang di seluruh dunia.

Pada tahun 2021, sekitar 60.000 penduduk Arab Saudi menunaikan ibadah haji. Tahun lalu, hampir 900.000 peziarah disambut di Tanah Suci Mekkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji.

Namun, hanya mereka yang berusia di bawah 65 tahun dengan vaksinasi Covid-19  dan tes negatif yang dapat memasuki Saudi.

Sementara itu, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas Senin lalu menerima dokumen nota kesepahaman (MoU) penyelenggaraan ibadah haji 2023. Dokumen ini diserahkan oleh Menteri Umrah dan Haji Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah bersamaan dengan digelarnya Pameran Haji di Jeddah.

“Kemarin MoU sudah saya tanda tangani bersama dengan Menteri Tawfiq. Hari ini, beliau serahkan dokumen MoU tersebut bersamaan dengan pembukaan Pameran Haji di Jeddah,” ujar Yaqut.

Dia menambahkan, “MoU ini antara lain mengatur tentang kuota jemaah haji Indonesia tahun ini yang kembali normal, mencapai 221.000.”

Menurut Menag, penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M menjadi momentum pasca dua tahun lebih dilanda pandemi. Sebab, penyelenggaraan haji tahun ini adalah kali pertama kuota negara-negara pengirim jemaah haji kembali normal.

Dia juga mengatakan, “Indonesia masih mengupayakan agar bisa mendapat tambahan kuota. Misalnya, dengan memanfaatkan kuota negara lain yang tidak terserap maksimal.” (mm/aljazeera/kemenag)

 

DISKUSI: