Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Saudi Ancam Serang Hizbullah, Bagaimana Kata Para Pakar?

Published 10/11/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

London, LiputanIslam.com – Arab Saudi sudah beberapa kali mengancam akan melancarkan tekanan militer terhadap Hizbullah Lebanon. Sejauh ini, Saudi melancarkan perang politik terhadap Hizbullah pasca pengunduran diri Saad Hariri dari jabatan perdana menteri Lebanon. Hariri sendiri menyebut Iran dan Hizbullah sebagai alasan mengapa dia meletakkan jabatan. Lantas bagaimana pendapat para pakar mengenai ancaman tersebut?

Media online Ray Al-Youm, Kamis (9/11/2017), memuat komentar para pakar dan pengamat persenjataan negara-negara Timteng.

Mereka menyatakan bahwa Saudi memang istimewa dalam sejarah militeran sejak tahun 1970-an sampai sekarang. Saudi masuk dalam 10 besar negara besar pemborong peralatan tempur, namun bergantung pada kesepakatan-kesepakatan kolektif dan bilateral, terutama dengan Amerika Serikat (AS) untuk mendapat perlindungan karena Saudi memang tak berkompeten melindungi dirinya dalam perang.

Menurut mereka, Saudi juga tidak memiliki rekam jejak perang dalam beberapa dekade terakhir. Satu-satunya pengalaman yang dimilikinya ialah operasi militer bersandi “Badai Mematikan” yang dilancarkan koalisi pimpinan Saudi terhadap sebuah negara miskin, lesu, dan terbelah secara sosial dan keamanan.  Dan meskipun operasi militer disertai aksi blokade ini sudah berjalan sekira tiga tahun, tapi Riyadh malah terjangkau rudal Ansarullah Yaman yang juga berkeliaran di kawasan perbatasan kedua negara.

Para pakar itu menjelaskan bahwa Saudi memang memiliki fasilitas serangan udara yang tangguh, tapi sayang karena minus pengalaman membidik sasaran. Di Yaman sebagian korbannya malah warga sipil, termasuk perempuan dan anak kecil, sehingga PBB bahkan angkat bicara mengenai kejahatan perang Saudi dan sekutunya.

Jet tempur F-15 dan Tornado bisa mencapai wilayah Lebanon untuk membidik sasaran dan diisi bahan bakar di udara, tapi akan menghadapi banyak kendala atau bahkan mustahil. Dan di Lebanon juga tidak ada sasaran-sasaran militer terbuka semisal pangkalan militer milik Hizbullah, sehingga skenario perang Yaman akan terulang lagi, yaitu serangan terhadap sasaran sipil. AS dan Israel sejak awal sudah menyerang Lebanon seandainya ada sasaran militer kasat mata milik Hizbullah. Hizbullah unik karena tersembunyi dan tidak tersentral sehingga tak mungkin bisa dibasmi kecuali dengan memorak porandakan Lebanon secara total.

Para pakar itu melanjutkan bahwa untuk dapat menggempur kantung-kantung Hizbullah, jet tempur Saudi harus menerobos zona udara Suriah atau Israel. Israel tidak akan mengizinkannya karena tak ubahnya dengan pernyataan perang Israel terhadap Hizbullah, sementara melintasi zona udara Suriah juga tidak mungkin karena akan berhadapan dengan sistem pertahanan udara Rusia.

Melalui laut juga tidak mungkin karena Saudi tidak memiliki armada yang bergerak di perairan Lebanon. Jangankan Saudi, Israel saja menjauh dari perairan Lebanon pasca perang dengan Hizbullah pada tahun 2006 setelah kapal perang Sa’ar 5 miliknya diterjang rudal Hizbullah dari daratan Lebanon.

Para pakar itu juga menyebutkan bahwa Saudi juga tidak memiliki pasukan khusus semisal Navy Seals dan Delta milik AS, atau Special Boat Service milik Inggris, atau Spetnaz milik Rusia untuk penyerbuan dan penghancuran sasaran-sasaran militer Hizbullah di Lebanon.

Bahkan, Israel yang memiliki pasukan khususpun ternyata jera masuk ke wilayah Lebanon meskipun berbatasan langsung dengan Lebanon dan memiliki agen rahasia yang bekerja keras.

Seandainya Saudi memiliki pasukan khusus dan terlatih untuk penyerbuan maka penyerbuan tentu sudah ia dilakukan dalam perang Yaman. Nyatanya, Saudi tidak melakukannya. (mm/rayalyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account